Ibu Kandung Minta Putrinya Tanggalkan Celana, Saat Cucunya Lahir, Sang Ibu Mencekiknya hingga Tewas

Ibu Kandung Minta Putrinya Tanggalkan Celana, Saat Cucunya Lahir, Sang Ibu Mencekiknya hingga Tewas

(Tribun Jabar)
Ilustrasi pembunuhan Bayi. 

TRIBUN-BALI.COM- Seorang ibu (MT) dan anaknya (JM) diduga bersekongkol membunuh bayi di Jalan Amanuban Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pada Sabtu (27/4/2019).

Kasus ini pertama kali diketahui saat pihak kepolisian menerima laporan dari warga bahwa ada kejadian miskram atau keguguran yang dialami salah satu warga. 

Menurut saksi mata berinisial JS (45), ia sempat memastikan kejadian tersebut benar terjadi kemudian JS menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Oebufu, Bripda Samri Nenotek. 

Baca: Viral, Video Gadis Dilindas hingga Tewas, Tubuh Menempel di Pintu Mobil, Pelakunya Mantan Pacar

"Sebelum melaporkan kasus ini ke anggota saya, saksi JS sudah memastikan kejadian ini, lalu JS dan anggota saya ke tempat kejadian perkara," kata Kapolsek Oebobo dikutip dari Pos Kupang.com artikel 'BREAKING NEWS: Ibu dan Anak di Kupang NTT Diduga Bunuh Bayi, Begini Ceritanya', Minggu (28/4/2019).

Kapolsek Oebobo menjelaskan, JM dalam keadaan hamil dengan usia kandungan 6 bulan, pada Jumat (26/4/2019) sore.

Kemudian JM mengeluh sakit perut hingga akhirnya pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA, JM memanggil ibunya, MT untuk menemaninya.

Baca: Mahasiswi Udayana yang juga Model Cantik ini Blak-blakan Ngaku Kerap Diajak Tidur, Begini Modusnya

"Saat itu korban (JM) memanggil ibunya dan mengatakan bahwa dirinya sudah mau melahirkan, kemudian korban meminta tolong kepada ibunya untuk menggosok punggung belakang," jelasnya.

Lebih lanjut, MT meminta anaknya membuka celana.

Tak lama, JM mengejan dan bayinya pun lahir.

Baca: TKP Mutilasi Guru Honorer Angker, Warga Ngaku Dengar Suara Menangis hingga Merinding Saat Lewat TKP

Namun saat itu pula JM tidak mendengar suara tangisan sang bayi karena ternyata sang ibu tega mencekik leher bayi sambil menariknya keluar. 

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved