Siswa & Siswi SMP Bisa Konsultasikan Masa Pubertas di Mobil Konseling 'Denpasar Ceria'

Setiap orang yang akan beranjak dewasa mengalami masa peralihan atau yang disebut sebagai masa pubertas.

Siswa & Siswi SMP Bisa Konsultasikan Masa Pubertas di Mobil Konseling 'Denpasar Ceria'
dok Humas Kota Denpasar
Sosialisasi gerakan edukasi melalui partisipasi anak (Gempita) dengan menggandeng mobil konseling "Denpasar Ceria" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Setiap orang yang akan beranjak dewasa mengalami masa peralihan atau yang disebut sebagai masa pubertas. 

"Dan masa ini mutlak dilewati oleh semua orang dan di sini dianggap sebagai penentu untuk mewujudkan masa depan, karena jika salah melangkah maka akan sangat berpengaruh untuk masa depannya."

"Karena masa remaja ini merupakan masa yang sangat bergejolak untuk mencari jati diri," kata Kabid Pemenuhan Hak Anak DP2AP2KB, Agus Tresna Yasa saat melakukan sosialisasi di SMPN 12 Denpasar Denpasar dan SMP Harapan Nusantara, Minggu (28/4/2019). 

Baca: 31 Ribu Lansia Terlantar di Bali, Masuk Peringkat Atas Jumlah Lansia Terbanyak di Indonesia

Untuk itu pihaknya melakukan sosialisasi gerakan edukasi melalui partisipasi anak (Gempita).

Dalam sosialisasi ini melibatkan mobil konseling "Denpasar Ceria" yang akan membantu anak-anak remaja untuk melakukan konsultasi dalam menghadapi masa pubertas ini. 

"Melalui mobil konseling ini diharapkan anak-anak akan lebih memahami bagaimana mengisi masa peralihan ini dengan hal-hal positif. Untuk itulah sosialisasi ini menyasar sekolah SMP mengingat masa anak SMP merupakan masa peralihan menuju remaja," imbuhnya. 

Baca: Utamakan Anjing Liar & Lokal, Jumlah Anjing yang Divaksinasi di Denpasar Capai 58.954

Dengan adanya mobil konseling anak-anak dapat menceritakan berbagai persoalan terutama saat menghadapi masa pubertas ini. 

Di samping itu melalui Gempita diharapkan dapat mewujudkan anak-anak yang lebih kreatif berwawasan budaya. 

“Kami harapkan melalui Gempita ini dapat mewujudkan anak-anak dengan masa depan yang lebih cemerlang terlebih menggandeng mobil konseling,” ujarnya. 

Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMP Harapan Nusantara, IA Komang Witariani menyampaikan sosialisasi pubertas dengan menyasar anak-anak SMP merupakan hal tepat. 

Mengingat pada masa ini anak-anak terus mencari jati diri seiring dengan perubahan menuju remaja. 

"Saya yakin dengan sosialisasi ini sengat besar dampaknya untuk anak-anak untuk mewujudkan masa depan yang cemerlang," katanya. 

Dengan semakin memahami bagaimana menghadapi gejolak masa pubertas dengan mengisi dengan kegiatan positif diharapkan masa depan cemerlang anak dapat terwujud. (*)

  

 
 

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved