Tariska Ingin Dipanggil dengan Sapaan Perempuan, Curahan Hati Seorang Transgender

Tariska Indri (44) seorang transgender yang bekerja di properti di wilayah Kuta ikut dalam aksi Women`s March Bali 2019

Tariska Ingin Dipanggil dengan Sapaan Perempuan, Curahan Hati Seorang Transgender
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Tariska Indri, seorang transgender saat ikuti aksi Women's March Bali 2019 di Lapangan Renon, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tariska Indri (44) seorang transgender yang bekerja di properti di wilayah Kuta ikut dalam aksi Women`s March Bali 2019 di Lapangan Renon, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Minggu (28/4/2019).

Dalam aksi tersebut, transgender asal Surabaya ini terlihat membawa poster bertuliskan "Transpuan Berhak Dihormati" dan "Hentikan Kriminalisasi Mantan Pecandu".

Kepada Tribun Bali, Tariska menceritakan sisi keperempuanan muncul ketika ia berumur 10 tahun dan sering memakai pakaian perempuan secara diam-diam.

"Saya punya kakak, perempuan. Tapi waktu saya berumur 10 tahun masih tetap memendam keinginan tampil seperti perempuan, karena takut dengan keluarga terutama kakak saya yang perempuan itu. Hingga saya memutuskan bekerja di Bali 9 tahun yang lalu dan baru berani," ceritanya kepada Tribun Bali.

Saat masih di Surabaya, Tariska tampil layaknya seorang perempuan hanya ketika berkumpul dengan sesama transgender.

Tariska juga mengaku "menahan lapar" untuk membeli pakaian perempuan dan make up seperti perempuan pada umumnya.

"Belum berani terang-terangan. Masih nyolong-nyolong. Kadang di kamar sendirian, foto-foto dengan pakai baju perempuan ya sudah gitu aja. Terus fotonya saya upload di media sosial dengan akunnya pakai nama lain," ujarnya.

Baca: Waspada Penipuan Berkedok Iuran Sampah hingga Rp 700 Ribu! DLHK Denpasar Beri Penjelasan

Baca: Penipuan Modus Minta Kode Verifikasi WhatsApp Kembali Terjadi, Hati-hati Akunmu Diretas untuk Menipu

Dijelaskanya, saat ini ia tidak memiliki seorang kekasih dan juga tidak pernah meng-upload foto bersama seorang lelaki karena menjaga perasaan keluarganya, terutama kakak perempuannya.

"Enggak sih, enggak punya pasangan. Saya juga tidak begitu tertarik. Banyak lelaki kan maunya cuma buat tidur semalam saja, setelah itu sudah, ya kan. Saya tidak suka itu. Kalau mau serius ya jalan bareng. Ya santai saja," katanya.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved