2020 Mendatang Semua Dokumen Bertandatangan Elektronik, Disdukcapil Denpasar Sosialisasi Kebijakan

Pada tahun 2020 mendatang, semua dokumen yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan menggunakan tanda tangan elektronik (TTE)

2020 Mendatang Semua Dokumen Bertandatangan Elektronik, Disdukcapil Denpasar Sosialisasi Kebijakan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sosialisasi kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil tahun 2019 yang diselenggarakan oleh¬†Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar¬†di Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Senin (29/4/2019) pagi. 

Online itu yang mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan) disuruh mendaftar melalui online,” tuturnya.

Baca: Perjuangan Nikita Mirzani Lahirkan Bayi Tanpa Didampingi Suami, Kukuh Tolak Niat Dipo Latief Ini

Baca: Minimal 32,5 Jam per Minggu, Pemerintah Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan

Anak Agung Istri Agung menjelaskan, TTE ini memiliki keunggulan untuk mempermudah pimpinan dalam melakukan approve dokumen kependudukan.

“Sebenarnya keunggulannya itu untuk mempermudah pimpinan, dimanapun dia berada dia bisa menandatangani secara elektronik. Karena itu dengan sistem, (jadi) dimanapun kalau sudah di-approve oleh bawahan dari tingkat Kasi, kemudian Kabid langsung naik ke kepala dinas dan kepala dinas tinggal approve langsung print,” jelasnya.

“Sehingga walaupun kepala dinas pimpinan OPSD itu keluar daerah karena dia pakai tab kemana-mana dia bisa tanda tangan,” jelasnya lagi.

Dengan sistem ini diharapkan masyarakat tidak menunggu lama dalam mengurus dokumen kependudukan karena permasalahan seperti kepala dinas sedang keluar kota atau sebagainya.

Baca: Pentingnya Evakuasi Mandiri, BPBD Siapkan Peta Rencana Evakuasi di 28 Desa Sekitar Gunung Agung

Baca: Festival Semarapura ke-4 Diharapkan Bisa Bangkitkan Keberadaan UMKM dan Pariwisata Klungkung

“Karena kepala dinasnya tinggal ngeliat kadibnya sudah approve, oh ini sudah acc, kepala dinas tinggal acc saja. Gitu saja sekarang (dan) ini yang terbaru,” terangnya.

Guna menyukseskan program ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke pengguna dokumen kependudukan seperti perbankkan, imigrasi, Badan Pelaksana Jaminan Sosial dan ke berbagai sekolah.

Setelah melakukan sosialisasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mulai menjalankannya 1 April 2019 lalu.

Sementara itu, sosialisasi kali ini mengundang berbagai pihak antara lain kepala sub bagian umum, bagian kepegawaian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Denpasar, kepala lingkungan, kepala desa dan lurah; serta kantor urusan agama (KUA) yang membidangi akta perkawinan. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved