Liputan Khusus

Bahasa Medsos Gusur Bahasa Indonesia, Begini Nasib Pelajaran Bahasa Indonesia di Zaman Now

Meskipun merupakan bahasa sendiri, Bahasa Indonesia masih merupakan mata pelajaran momok bagi siswa-siswi SMP dan SMA dalam ujian nasional (UN).

Bahasa Medsos Gusur Bahasa Indonesia, Begini Nasib Pelajaran Bahasa Indonesia di Zaman Now
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari pertama di SMPN 2 Denpasar, Jalan Gunung Agung, Senin (22/4).(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Meskipun merupakan bahasa sendiri, Bahasa Indonesia masih merupakan mata pelajaran momok bagi siswa-siswi SMP dan SMA dalam ujian nasional (UN).

Perkembangan teknologi komunikasi dan informatika (TI) yang tercermin dari beragamnya produk telepon seluler (ponsel) yang kian memudahkan komunikasi, dinilai ikut melemahkan pemahaman para siswa-siswi terhadap norma berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Akibatnya, dalam UN baik SMP dan SMA di Bali, nilai rata-rata Bahasa Indonesia paling banter sekitar 7 dalam tahun-tahun terakhir.

Bahkan yang memprihatinkan, di SMA jurusan Bahasa di Bali, nilai rata-rata UN untuk Bahasa Indonesia tak sampai 6. 

Untuk diketahui, tahun ajaran 2011/2012 lalu, Bali pernah mengalami hal yang konyol hingga menggemparkan media massa nasional.

Waktu itu dari total siswa SMA/SMK yang tidak lulus UN di Bali, 70 persen di antaranya disebabkan oleh mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Aduh sulit-sulit soalnya. Kalau Bahasa Indonesia memang paling males saya ngerjain. Paling membosankan. Sudah gitu, soal ceritanya itu panjang-panjang lagi, bikin pusing,” kata salah satu siswi di SMP Negeri 3 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Iswari Sinta Dewi, usai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Bahasa Indonesia, Senin (22/4) pekan lalu.

Berdasarkan data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang dilansir di kemendikbud.go.id, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami penurunan.  

Khususnya dari tahun 2016 ke tahun 2017. Pada tahun ajaran 2016/2017, nilai rata-rata siswa sebesar 70,75 untuk pelajaran Bahasa Indonesia; dan pada tahun ajaran 2017/2018, nilainya  64,32 untuk mata pelajaran yang sama.

Di Provinsi Bali, dari data yang didapat di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, rata-rata nilai UN untuk Bahasa Indonesia pada siswa SMA/MA di sini cenderung stagnan dan masih rendah.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved