Bunker Bersejarah Melawan Penjajah, Ini Persembunyian dan Atur Siasat Kapten Mudhita

Di Desa Pengotan, Bangli dulunya erdapat sebuah bungker yang dipercaya menjadi tempat mengatur strategi dan persembunyian Kapten Muditha

Bunker Bersejarah Melawan Penjajah, Ini Persembunyian dan Atur Siasat Kapten Mudhita
Tribun Bali/Fredey Mercury
Tugu Pahlawan di depan Pura Dalem Pengerubungan. 

"Kalau disini namanya bersumpah dan tergolong sacral. Setelah diambil sumpah, kata almarhum Nang Kaden keesokan harinya sekitar pukul 4.00 wita Kapten Mudita pulang ke Bangli. Namun tak lama berselang, terdengar kabar bahwa Kapten Mudita telah gugur setelah diserang oleh tentara Belanda,” sambung dia.

Nama Dalem Penghubung lambat laun berubah menjadi Dalem Pengerubungan. Jelas Jero Mangku Sofa berdasarkan penuturan para penglingsir, perubahan nama untuk mengayomi semua veteran yang pernah singgah.

Karena menjadi saksi sejarah masa perjuangan, dibangunlah tugu pahlawan didepan pura. Setiap 17 Agustus, dilakukan upacara bendera oleh pemuda-pemudi Desa Pengotan.

“Walaupun nantinya saya sudah tua dan tiada, generasi muda diharapkan tetap melakukan upacara memperingati perjuangan para leluhur dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

Kelian Adat Banjar Yoh, I Putu Wates berkeinginan kedepannya untuk kembali mengangkat sejarah di tempat tersebut. Mulai dari membersihkan hingga mendokumentasikan posisi bungker itu.

Sebab bungker ini merupakan sebuah peninggalan sejarah sehingga generasi muda wajib tahu melalui foto maupun diperlihatkan secara langsung.

“Karena kemungkinan anak-anak sekarang banyak yang belum tau bahwa disana terdapat sebuah bunker, jika tidak orang tuanya yang menceritakan. Terlebih lokasi bunker tertutup ilalang. Disamping itu, generasi muda khususnya di Desa Pengotan juga perlu tahu, bahwa dulunya tempat ini merupakan saksi bisu sebagai perlindungan para pejuang kita,” ungkapnya. 

Mayoritas Veteran
Masyarakat Desa Pengotan ini sebagian besar adalah veteran. Diasumsikan dari 100 orang hanya enam hingga tujuh orang yang tidak menjadi veteran kala itu.

Hal ini selaras dengan sejarah warga Desa Pengotan, dimana sejak zaman kerajaan dipercaya oleh Raja Bangli sebagai ujung tombak tentara kerjaaan.

Leluhur warga Desa Pengotan merupakan warga asal Desa Pemuteran yang berada di Kecamatan Rendang, Karangasem. Kala itu warga melakukan eksodus besar-besaran pasca mendengar kabar adanya gempuran dari Kerajaan Buleleng.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved