Kengerian di Ujung Ajal, Detik-detik Saat Seorang Pesakitan Menjalankan Hukuman Mati

Begitulah seorang saksi mata yang ikut dalam keseluruhan proses eksekusi itu menceritakan peristiwa itu

Kengerian di Ujung Ajal, Detik-detik Saat Seorang Pesakitan Menjalankan Hukuman Mati
http://gbcghana.com
Ilustrasi hukuman mati 

TRIBUN-BALI.COM - Di beberapa negara termasuk Indonesia, hukuman mati masih dijalankan. 

Meski banyak ditentang, hukuman ini masih diberlakukan bagi pelaku kriminal kelas berat, seperti halnya kasus pembunuhan dan narkoba

Hukuman mati selalu menimbulkan ketakutan baik bagi terpidana ataupun keluarga yang ditinggalkan. 

Terutama proses kematianpada hukuman mati memang terkadang menimbulkan kengerian dan kepiluan.

Oleh karena itu, di AS terpidana bisa memilih cara kematiannya.

Tulisan ini pernah dimuat di Intisari edisi April 2003 dengan judul asli Hukuman Mati: Kengerian di Ujung Ajal, yang ditulis oleh G. Sujayanto. Simak bagaimana detik-detik ajal orang menjalankan hukuman mati.

Waktu menunjuk pukul 04.30. Suasana gelap dan sunyi masih menyergap kota Pamekasan di awal Januari 1980.

Namun, ketegangan sudah terasa di dalam bui kota itu.

Para petugas tengah sigap menggelandang seorang pesakitan ke luar kota untuk dihadapkan ke depan regu tembak. Bobby, begitulah nama yang sengaja disamarkan.

Ia diikat pada dua buah tiang yang di tengahnya diberi celah selebar 10 cm. Tepat di belakang celah tiang itu ditumpuk karung-karung pasir.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved