Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai

Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai

Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat proses evakuasi korban dari areal pancoran Beji Pura Anyar menuju mobil ambulans di Banjar Pekandelan, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (29/4). 

Namun selang 15 menit, Ni Wayan Sasih justru tak kunjung datang.

Perasaannya pun merasa tak enak dan kemudian menyusul ke beji tersebut.

Namun, ia pun tak melihat sang istri, hana melihat sebuah galon air yang dibawa istrinya saat berpamitan.

Ia kemudian berusaha mencari di seputaran beji dan sungai dengan cara berenang, apa daya ternyata sang istri sudah berada di dasar sungai.

"Sempat ada teman yang saya panggil membantu mencari, tapi setelah dicari dia sudah di dasar sungai dalam keadaan meninggal,” tuturnya sembari mengusap air mata dengan kedua tangannya.

Manggis pun menuturkan, ia ingat bahwa istrinya (korban) sempat berpesan agar jika ia meninggal langsung saja dilakukan pengabenan dengan cara dibakar (makingsan di geni).

Sehingga, jenazah korban setelah dibawa kerumah duka akan dilakukan upacara ngaben.

“Sempat ia (korban) berpesan sekitar 10 tahun lalu, agar jika dirinya meninggal langsung saja dibakar,” tandasnya.

Kapolsek Marga, AKP I Gusti Made Sudarma menjelaskan korban ditemukan meninggal diduga terpeleset saat mencari air minum di Beji Pura Anyar.

Terlebih lagi di beji tersebut kondisinya licin dan space antara beji dengan sungai sedikit.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved