Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai

Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai

Ketut Manggis Berlinang Airmata di Bibir Pancoran Beji Pura Anyar, Jasad Sang Istri di Dasar Sungai
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat proses evakuasi korban dari areal pancoran Beji Pura Anyar menuju mobil ambulans di Banjar Pekandelan, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (29/4). 

"Ada dugaan terpeleset, itu dikuatkan di telapak tengah tangan korban ada luka kemungkinan saat terpeleset sempat menahan dibatu karang langsung tercebur ke sungai dan tenggelam. Dan menurut keluarga korban tidak bisa berenang," ungkapnya.

Ia melanjutkan, korban yang tinggal di kontrakan Banjar Lebah Pangkung, Desa/Kecamatan Mengwi, Badung ini sudah sering mencari air minum di beji tersebut.

Karena kesehariannya ikut suami bekerja menjadi tukang ukir.

Pasangan suami istri asal Karangasem ini bekerja sebagai tukang ukir di perusahaan milik I Wayan Darma warga Banjar Pekandelan, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga.

Jarak dari tempat bekerja ke beji tersebut sekitar 200 meter.

"Peristiwa ini murni karena musibah dan korban tidak memiliki sakit apapun, keluarga tidak mau dilakukan autopsi, setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis dan inafis jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Karangasem menggunakan mobil ambulans BRSUD Tabanan," jelas AKP Sudarma.

Disisi lain, warga setempat mempercayai areal Pura Anyar yang merupakan kawasan suci ini memang dikenal angker.

Bahkan, pada tahun 2017 silam pernah terjadi sebuah kecelakaan yakni seorang pria yang jatuh ke jurang pada malam hari.

Kemudian ia ditemukan keesokan pagi harinya dengan selamat namun mengalami patah tulang.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved