Pihak Konsulat Jenderal Australia dan Owner Lahan Eks Sari Club Sudah Bertemu, Ini Titik Temunya

Pihak Konsulat Jenderal Australia dan Owner Lahan Eks Sari Club Sudah Bertemu, Ini Titik Temunya

Pihak Konsulat Jenderal Australia dan Owner Lahan Eks Sari Club Sudah Bertemu, Ini Titik Temunya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Upacara Ngeruak Karang di areal bekas Sari Club yang juga lokasi Bom Bali yang rencananya akan dibangun sebuah restoran lantai lima di Jalan Legian,Kuta, Badung, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) resto di eks Sari Club, yang merupakan lokasi Bom Bali di Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali sudah berjalan sesuai mekanisme.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra.

Baca: Pemkab Badung Keluarkan IMB untuk Eks Sari Club di Area Bom Bali, PM Australia Bereaksi

Ia mengatakan, Konsulat Jenderal Australia dengan pihak owner sudah bertemu.

Badra menyampaikan, sebelumnya pihaknya mencari informasi terkait owner lahan tersebut.

Kemudian dalam pertemuannya dengan pihak owner, ia memastikan dengan meminta surat bukti tanda kepemilikan lahan itu.

"Saat bertemu, kemudian saya memastikan, apakah anda sebagai owner ? Setelah itu, dia tunjukan sertifikatnya dan surat kuasanya dari pemilik asli. Kemudian, pihak menuntut untuk masalah perijinanya. Dan saya cek ke Dinas Perijinan bersama Kepala Dinas Perijinan, ternyata sudah benar mekanismenya," ujarnya, Minggu (28/4/2019) kemarin

Kadis Pariwisata Badung juga mengatakan telah menyampaikan hal tersebut ke Konsulat Jenderal Australia.

Ia juga berjanji  mempertemukan kedua belah pihak.

"Saya komunikasikan dengan pihak Konsulat Jenderal Australia untuk berjanji mempertemukan meraka. Akhirnya, dua minggu lalu mereka bertemu di Konsulat, Renon. Waktu itu kita fasilitasi pertemuan itu dan saya mendampingi," ungkapnya.

Setelah pertemuan itu, akhirnya ada titik temu.

Yakni adanya penawaran dari pihak owner bahwa, pihak owner tersebut siap jika ada pihak lain yang berkenginan menyewa, membeli ataupun membangun.

"Itu titik temunya. Ya mereka siap kalau ada yang menyewa dan membeli ataupun membangun. Sekarang terserah mereka, negosiasinya gimana. Sehingga pemerintah sekarang menunggu bagaimana negosisasinya. Saya kemarin juga dihubungi oleh Konsulat Jendral RI. Saya sampaikan terkait titik temu itu," lanjutnya

Tambahnya, jadi ada dua sertifikat yakni seluas 700 meter persegi di belakang dan 800 meter persegi di depan yang dimiliki oleh keluarga Sukamto.

"Nah rencana yang dibangun ini yang 800 meter persegi, tetapi ada akses 100 meter ke belakang agar tidak buntu. Rencanya juga mereka akan membangun gedung parkir bertingkat jika ramai pengunjung," tutupnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved