3 Tersangka Penerima Paket Narkotika Kiriman Diamankan Bea Cukai Ngurah Rai

Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika di Kantor Pos Besar Renon.

3 Tersangka Penerima Paket Narkotika Kiriman Diamankan Bea Cukai Ngurah Rai
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
3 tersangka penerima dan pemilik paket kiriman Narkotika yang berhasil diamankan petugas bea cukai Ngurah Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika di Kantor Pos Besar Renon. 

Kedua penindakan penggagalan upaya penyelundupan ini masing-masing dilakukan pada tanggal 4 dan 10 April 2019 silam.

“Kami berhasil melakukan penindakan narkotika sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 4 dan 10 April 2019. Kedua penindakan kami lakukan terhadap barang kiriman dari luar negeri yang dikirim melalui Kantor Pos Besar Renon, Denpasar,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, Selasa (30/4/2019).

Himawan menambahkan, penindakan pertama dilakukan pada tanggal 04 April 2019 terhadap paket kiriman asal Jerman dengan nomor karal CY515287754DE.

Pada tanggal 04 April 2019 di Kantor Pos Besar Renon, petugas kami mencurigai sebuah paket kiriman asal Jerman dengan nama pengirim AllGames4You Online Shop Langenberger Str 436 45277 Essen dan penerima atas nama Mellisa Toro.

Baca: Kepulan Asap Muncul di Atas Pelinggih, Atap Pelinggih Ratu Gede Hangus Dilalap di Jago Merah

Baca: Kegiatan Jelang May Day, Presiden Jokowi Menyantap Menu Makanan yang Sama dengan Buruh

“Kecurigaan petugas didasarkan atas informasi intelijen yang diterima dari KPPBC Tipe C Pasar Baru dan hasil pencitraan mesin X-Raypaket kiriman. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan mendalam dan menemukan 994 bar gorilla dan terdapat tulisan DK dengan berat total 475,48 gram netto,” ungkap Himawan.

Berdasarkan hasil uji di Laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai, pil-pil tersebut dinyatakan positif merupakan sediaan narkoba jenis MDMA/ekstasi.

 
Atas temuan tersebut, pada tanggal 8 April 2019 Bea Cukai bersama dengan Kepolisian Resor Kota Denpasar dan Satgas CTOC (Counter Transnational Organized Crime) Polda Bali melakukan upaya control delivery ke alamat penerima paket kiriman.

Berdasarkan hasil itu terungkap bahwa alamat yang tertera di paket kiriman adalah alamat sebuah virtual office (jasa persewaan alamat).

Baca: Komit Beri Pelayanan Prima, Kimia Farma Unit Bisnis Nusa Dua Gelar Training Service Excellence

Baca: Perusahaan Induk Google Punya Cara Untuk Membasmi Nyamuk dari Muka Bumi, Dilacak Lewat GPS

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved