500 Buruh di Bali Akan Lakukan Aksi Peringatan Hari Buruh Internasional Besok

Di depan Kantor Gubernur mereka akan berorasi menyampaikan keluhan dan harapan buruh kedepannya.

500 Buruh di Bali Akan Lakukan Aksi Peringatan Hari Buruh Internasional Besok
Tribun Bali / Putu Supartika
Aksi damai Hari Buruh di Bali, (1/5/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Esok Rabu (1/5/2019) Aliansi Gerakan Buruh Bali Bersatu akan menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional.

Koordinator aksi yang juga Sekretaris Regional Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana saat dihubungi Selasa (30/4/2019) siang mengatakan setidaknya 500 peserta akan ikut aksi ini.

"Kami akan menggelar kampanye untuk menyuarakan kondisi ketenagakerjaan di Bali. Tanggal 1 Mei adalah kebangkitan pekerja di seluruh dunia, ajang kampanye kepada masyarakat dan kami akan sampaikan tuntutan pada pemerintah Bali dan kami berharap kedepan agar pekerja Bali sejahtera, punya harkat martabat," katanya.

Saat itu mereka akan menggelar long march dari Parkir Timur Lapangan Renon menuju ke depan Kantor Gubernur Bali.

Di depan Kantor Gubernur mereka akan berorasi menyampaikan keluhan dan harapan buruh kedepannya.

Mereka akan meminta agar Gubernur Bali dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan pekerja lokal Bali.

Dengan adanya Perda tersebut ia berharap Bali bisa bebas dari sistem kerja kontrak atau outsourcing.

Selain itu saat ini di Bali juga masih terjadi masif terjadi union busting atau menghalangi kebebasan berserikat dan berkumpul.

"Kami ingin dalam Peraturan Daerah itu juga memasukkan setiap perusahaan wajib memiliki serikat pekerja di Bali. Dengan serikat pekerja ini pekerja bisa memiliki hak negosiasi dengan perusahaan dimana hak negosiasi ini untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka," katanya.

Ia menambahkan, "walaupun tanggal merah saat itu, namun pesan ini akan sampai pada masyarakat baik langsung maupun lewat media masa."

Selain buruh, juga akan diikuti oleh mahasiswa dan beberapa jurnalis di Bali.

Selain orasi, juga akan ditampilkan baleganjur, teatrikal dari mahasiswa, dan juga ada hiburan lawak Bali.

"Yang di Nusa Dua berkumpul di Nusa Dua, nanti bersama menuju parkir timur Lapangan Renon. Kami memang tidak mengharuskan semua anggota turun, hanya perwakilan, karena di Bali banyak pekerja pariwisata yang mengutamakan pelayanan. Intinya bagi tugas, ada yang kerja, ada yang turun ke jalan untuk peringatan ini," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved