90 Persen PPDB Gunakan Jalur Zonasi, Karangasem Kekurangan Daya Tampung 250 Kursi

3 jalur PPDB yang diisyaratkan dalam Permendikbud untuk tingkat SMA yaitu jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua.

90 Persen PPDB Gunakan Jalur Zonasi, Karangasem Kekurangan Daya Tampung 250 Kursi
TRIBUN BALI/WEMA SATYA DINATA
Prediksi Daya Tampung SMA/SMK dan Lulusan SMP Per Kabupaten/Kota 

90 Persen PPDB Gunakan Jalur Zonasi, Karangasem Kekurangan Daya Tampung 250 Kursi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jelang penerimaan siswa didik baru, hal-hal ini perlu diketahui masyarakat.

Dalam Permendikbud 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, menyebutkan daerah diisyaratkan harus mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Pusat, baik ketentuan yang mengatur jalur maupun jumlah rombongan belajar (Rombel) yang bisa diterima masing-masing sekolah.

Kasi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan, UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Disdik Provinsi Bali, Anak Agung Rai Sujaya menyampaikan untuk PPDB tahun ajaran 2019/2020, sudah mulai dilakukan tahapan-tahapan penyiapan aturan terkait PPDB di wilayah Provinsi Bali.

“Sejak Januari 2019 kami sudah melakukan pemetaan terhadap daya tampung SMA/SMK negeri maupun swasta serta prediksi tamatan SMP tahun 2019,” kata Gung Rai saat melakukan jumpa pers di Kantor Disdik Provinsi Bali, Selasa (30/4/2019).

Gung Rai menjelaskan terdapat 3 jalur PPDB yang diisyaratkan dalam Permendikbud untuk tingkat SMA yaitu jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua.

Sedangkan untuk PPDB tingkat SMK dilaksanakan seleksi melalui jalur reguler.

Dalam jalur zonasi juga termasuk menerima dari siswa kurang mampu dan jalur kerjasama dengan desa adat (harus menunjukkan dokumen perjanjian antara pihak sekolah dengan desa adat) dan jalur siswa inklusi atau berkubutuhan khusus ringan (harus disertai surat rekomendasi dari psikiater atau penilaian dari pihak sekolah).

Dalam Permendikbud mengisyaratkan sekolah wajib menerima 20 persen siswa kurang mampu.

Namun, jika tidak ada yang mendaftar, sekolah tidak harus mencari siswa kurang mampu untuk memenuhi minimal 20 persen kuota.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved