ForBali Dorong Gubernur Koster untuk Kawal Surat yang Dikirimkan ke Presiden Jokowi

Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) kembali melakukan aksi pada Selasa (30/4/2019).

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
ForBali melakukan aksinya di depan Kantor Gubernur Bali, Selasa (30/4/2019) 

"Jadi aksi ini sebetulanya adalah untuk menjadi makna apakah ini perlawanan bagi gubernur atau menjadi dukungan. Tergantung sikap gubernur apakah dia serius mengawal surat kepada Jokowi atau dia tidak serius," tuturnya.

Baca: Sebagian Incumbent Gagal Absen Rapat Paripurna, Mengaku Izin Ada Kesibukan Lain

Baca: Polisi Tahan Empat Pria Ini yang Saling Bertukar Istri Untuk Kegiatan Seksual

Sebelumnya pada 28 Desember 2018 lalu, Gubernur Koster bersurat kepada Presiden Jokowi Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Gubernur mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk merevisi Perpres Nomor 51 tahun 2014.

Awalnya Gubernur Koster enggan membuka surat yang ia kirimkam tersebut dengan alasan surat tersebut bersifat ketat dan terbatas.

Apabila surat tersebut dibuka secara umum saat ini, maka akan sangat berpengaruh terhadap proses negosiasi lebih lanjut.

Baru setelah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali membawa Gubernur Bali dalam Sengketa Informasi di Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali Gubernur Bali langsung bejanji akan membuka surat tersebut setelah pelaksanaan pemilu serentak.

Baca: Daya Tampung SMA/SMK Kelebihan 11 Ribu Kursi, Ngurah: Semuanya Bisa Ditampung

Baca: Pembunuhan Mahasiswi Undiksha Ayu Serli Mahardika Akan Diperagakan Ulang Oleh Kodok Besok

Janji tersebut ditepati oleh Gubernur Koster pada tanggal 24 April 2019 melalu konferensi persnya.

ForBalj menilai, isi surat Gubernur Koster tersebut tidak lebih dari kerja-kerja dan analisis yang dilakukan oleh ForBALI sejak enam tahun lalu hingga saat ini.

Isi surat tersebut sesuai dengan ungkapan "makan tulang" yang berarti Gubenur Bali mengambil hasil dari kerja keras yang selama 6 (enam) tahun ini dilakukan oleh ForBALI.

"Jika sekarang Gubernur Bali sudah membuka suratnya, maka sudah sepatutnya Gubernur Bali satya wacana terhadap salah satu janjinya yaitu membatalkan reklamasi Teluk Benoa, karena untuk membatalkan reklamasi Teluk Benoa tidak cukup dengan selembar surat yang dikirimkan oleh Gubernur Bali," terangnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved