Breaking News:

Lima Sekolah Wakili Bali dalam Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat Nasional

Sebanyak lima sekolah di Bali ditetapkan sebagai pemenang dalam Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Provinsi Bali tahun 2019.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Balai Bahasa Bali
Penyerahan Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Provinsi Bali tahun 2019 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak lima sekolah di Bali ditetapkan sebagai pemenang dalam Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Provinsi Bali tahun 2019.

Kelima sekolah tersebut yakni SMPN 3 Denpasar, SMPN 11 Denpasar, SMPN 1 Selemadeg Timur, SMPN 3 Bangli, dan MTs Negeri 2 Jembrana.

Sekolah ini nantinya akan mewakili Provinsi Bali dalam Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat Nasional tahun ini di Jakarta.

Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Provinsi Bali tahun 2019 ini diserahkan pada Senin (29/4/2019) di Balai Bahasa Bali, Jalan Trengguli I, Denpasar dalam acara Pekan Sastra tahun 2019.

Selain penyerahan penghargaan Wajah Bahasa Sekolah, juga dilaksanakan penghargaan Sastra Tantular tahun 2019 kepada dua sastrawan, yakni Made Adnyana Ole yang bergerak dalam bidang Sastra Indonesia modern dan IDK Raka Kusuma yang bergerak dalam bidang Sastra Bali modern.

Baca: Terkait Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan, Berikut Jam Kerja yang Diikuti Pemprov Bali

Baca: Sudah Terselesaikan 80 Persen, Seluruh Tanah di Bali Ditargetkan Bersertifikat Tahun 2019 Ini

Kepala Bahasa Bali, Toha Machsum mengatakan, Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah merupakan penghargaan terhadap sekolah-sekolah di Bali yang peduli dan melakukan pelestarian serta pengembangan terhadap sastra, baik sastra daerah maupun Sastra Indonesia.

"Penghargaan ini kami berikan terhadap sekolah-sekolah di Bali yang peduli dan melakukan pelestarian serta pengembangan terhadap sastra, baik sastra daerah maupun Sastra Indonesia. Kegiatan tahun ini bertepatan dengan Hari Puisi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan peringatan hari lahir penyair Chairil Anwar," kata Toha.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, (Badan Bahasa), Prof. Dr. Dadang Sunendar mengatakan pemda harus memperhatikan sastra.

"Tidak ada pemda yang tidak melaksanaan ini. Kewajiban ada di pemerintah daerah. Pemerintah pusat menangani Sastra Indonesia, sedangkan pemda menangani sastra daerah," katanya.

Baca: Reforma Agraria di Bali Tercepat di Nasional, Kemen ATR/BPN Berikan Apresiasi

Baca: Jumlah Peserta Tak Sesuai Ekspektasi,  Audisi GBN 2019 di Bali Hanya Diikuti 44 Peserta

Ia juga menyinggung terkait belum adanya penulis Sastra Indonesia yang meraih Nobel Sastra.

"Kalau kita bicara sastra merupakan sesuatu yang menjadi impian kita semua yakni di dunia internasional, ada hadiah Nobel. Indonesia belum pernah dapat. Nobel sastra orang Indonesia yang paling bisa didapat. Paling dekat," katanya.

Selain penghargaan tersebut ada juga pemilihan penulis aksara bali, pemilihan pendongeng berbahasa Bali, pemilihan kelompok drama modern, dan festival musikalisasi puisi tingkat SMA/SMK yang digelar selama sepekan hingga 4 Mei mendatang. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved