Pemilik Lahan Eks Sari Club Pastikan Tetap Bangun Restoran, Begini Respon Konjen Australia di Bali

Meskipun rencana pembangunan restoran di atas lahan eks Sari Club, Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, menuai pro kontra, pemilik lahan memastikan

Pemilik Lahan Eks Sari Club Pastikan Tetap Bangun Restoran, Begini Respon Konjen Australia di Bali
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pihak perwakilan pemilik lahan eks Sari Club saat memberi keterangan terkait permasalahan pembangunan restoran yang menuai pro kontra, Senin (29/4/2019) di Kuta, Badung, Bali. 

Namun kata Lyla yang dibangun bukan monumen tapi museum.

“Di lantai atas sebenernya bukan monumen, tapi kami akan membuat sesuatu yang bisa untuk memperingati peristiwa bom Bali. Tidak akan ada monumen, saya rasa lebih tepatnya museum,” jelasnya.

“Tidak perlu rasanya kami buatkan monumen batu di lokasi tersebut. Sudah ada monumen di sebelah (Ground Zero) yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia khususnya Pemprov Bali dan Pemerintah Australia,” tambahnya.

Lyla kemudian membuka kran negosiasi dengan pihak BPPA untuk lahan dan bangunan yang telah dibangun nanti.

“Kalau mau dibeli silakan, kalau mau disewa gedungnya silakan. Mau dibeli semuanya (tanah dan bangunan) silakan, tapi harganya yang wajar,” tuturnya.

Ia mengaku pihaknya akan mengupayakan menempuh jalur damai, jika memang BPPA sudah menggalang dana dan mempunyai perencanaan sendiri.

“Jangan sampai kami menempuh jalur hukum atas publikasi tanah tanpa sepengetahuan keluarga,” tandasnya.

Sebelumnya, keluarga korban bom Bali berencana membangun Peace Memorial Park (Taman Perdamaian) di lokasi pengeboman ini.

Namun rencana tersebut menemui jalan buntu karena pemilik lahan tidak merelakan lahannya.

Pihak yayasan keluarga korban bom Bali juga tak mampu membeli lahan tersebut karena harganya yang mahal.

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved