Resah Sejak 2010, Pembuang Sampah Medis di Desa Abang Belum Terungkap, 3 Orang Korban, 1 Tewas

Perbekel Abang, I Nyoman Sutirtayana mengungkapkan, warga sering menemukaan sampah medis di sungai dan sawah semenjak tahun 2010-an.

Resah Sejak 2010, Pembuang Sampah Medis di Desa Abang Belum Terungkap, 3 Orang Korban, 1 Tewas
tribun bali/saiful rohim
Pengurus Desa Abang bersama Karang Taruna dan warga gelar bersih-bersih di sekitar saluran irigasi di Desa/Kecamatan Abang, Senin (29/4/2019). (inset) warga memperlihatkan jarum suntik yang ditemukan di pinggir sungai. 

Resah Sejak 2010, Pembuang Sampah Medis di Desa Abang Belum Terungkap, 3 Orang Korban, 1 Tewas

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Limbah medis yang sejak 2010 lalu sudah meresahkan warga Abang, Karangasem, hingga kini belum terungkap siapa pelaku pembungnya.

Bahkan, sampah medis yang diduga terbawa arus sungai itu sudah memakan korban jiwa dari warga setempat.

Sejak 2010 hingga saat ini, warga Abang mengaku sering menemukan sampah medis berserakan di sekitar sungai dan lahan pertanian.

Ada jarum suntik, botol obat, serta peralatan bekas persalinan, dan bekas plastik bungkus obat.

Perbekel Abang, I Nyoman Sutirtayana mengungkapkan, warga sering menemukaan sampah medis di sungai dan sawah semenjak tahun 2010-an.

Baca: Cokelat Merek Mermaid dan Gerry Meiseis Belum Ditemukan di Bali, Ini Penjelasan BBPOM Bali

Baca: Kolektor Keris I Komang Sudiarta Berhasil Bawa Pulang Puluhan Keris Pusaka dari Israel

Baca: Pria Berhelm Mainkan Alat Vital di Pinggir Jalan Plawa, Ini Penjelasan Psikiater RSUD Wangaya

Jarum suntik yang ditemukan sudan berkarat. Sedangkaan plastik obat sudah kotor dan robek.

"Sejak 2010 lalu. Mungkin sampah medis dibuang di sungai, dan terbawa aliran sungai hingga ke lahan pertanian warga," kata Sutirtayana saat ditemui di Wantilan Bupati, Selasa (30/4/2019).

Sampah medis yang berserakan di sungai dan lahan pertanian sudah memakan korban jiwa.

Tahun 2011, kata Sutirtayana, warga Desa Abang meninggal karena tertusuk jarum suntik.

Baca: Meski Dinyatakan Terpilih, Gegara Ini Caleg Tak Akan Direkomendasi untuk Dilantik

Baca: Segini Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Bangli Periode 2019-2024, Pakaian Dinas Tembus Rp 390 Juta

Baca: Boy Man Pria Panggilan di Tabanan Siap Layani 24 Jam, Catat Nomor Ponselnya dan Cara Mainnya

Maret 2019, dua warga tertusuk jarum saat membersihkan irigasi.

"Petani yang tertusuk jarum bulan kemarin yakni I Nyoman Dika (59) dibagian kakinya, serta I Nyoman Celeki (65) tertusuk di tangan. Untungnya mereka langsung dibawa ke Puskesmas, dan diberikan vaksin oleh dokter,"tambah Sutirtayana.

Sampai kemarin belum diketahui orang yang membuang sampah medis ke sungai dan sawah warga. Dari Puskesmas Abang, bidan, perawat, dan dokter yang praktek di Desa Abang mengaku tak pernah membuang sampah medis sembarangaan.

Ditambahkan, dokter yang praktek sekitar Desa Abang sebanyak 2 orang, bidan 3 orang, 1 orang perawat, dan puskesmas. Mereka semua mengaku membuang sampah medis ke RSUD Karangasem. "Saya belum mngetahui pelakunya," akuinya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved