Sering Begadang Nonton Televisi, Makelar Tanah Diciduk Polisi, 'Dia Ambil Barang di Tiang Listrik'

Seorang makelar tanah, I Komang Adnyana di Buleleng harus berurusan dengan petugas kepolisian setempat.

Sering Begadang Nonton Televisi, Makelar Tanah Diciduk Polisi, 'Dia Ambil Barang di Tiang Listrik'
TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI
makelar tanah, I Komang Adnyana di Buleleng harus berurusan dengan petugas kepolisian setempat. Alasannya, I Komang Adnyana kedapatan sering mengonsumsi narkoba jenis sabu. 

Sering Begadang Nonton Televisi, Makelar Tanah Diciduk Polisi, 'Dia Ambil Barang di Tiang Listrik'

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang makelar tanah, I Komang Adnyana di Buleleng harus berurusan dengan petugas kepolisian setempat.

Alasannya, I Komang Adnyana kedapatan sering mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Sambil tertunduk, I Komang Adnyana mengaku mengonsumsi sabu rutin dilakukan dua minggu sekali.

Alasannya untuk kuat begadang saat nonton televisi

Di ditemui di Mapolres Buleleng, pria yang beralamat di jalan Pulau Batam, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng ini mengaku mengonsumsi narkoba sejak enam bulan yang lalu.

Baca: Resah Sejak 2010, Pembuang Sampah Medis di Desa Abang Belum Terungkap, 3 Orang Korban, 1 Tewas

Baca: Pria Berhelm Mainkan Alat Vital di Pinggir Jalan Plawa, Ini Penjelasan Psikiater RSUD Wangaya

Dia biasa memesan sabu dari seorang pengedar di wilayah Denpasar, melalui aplikasi WhatsApp.

Setiap minggu, sabu-sabu itu ia konsumsi sebanyak dua kali, agar kuat begadang.

"Saya suka menonton televisi, jadi sering begadang. Setiap minggu beli 0.60 gram, seharga Rp 1.3 juta," singkat pria yang bekerja sebagai makelar tanah ini, Selasa (30/4/2019).

Sementara Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta mengatakan, tersangka Koming diciduk pada Minggu (21/4) pukul 21.30 wita, di depan Wihara, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Penangkapan ini dilakukan bertepatan saat dirinya baru saja setelah mengambil pesanan sabu, yang ditimpel di bawah sebuah tiang listrik.

Dari tangannya, polisi berhasil menemukan satu bungkus plastik pilip berisi sabu, seberat 0.73 gram brutto. "Sementara perannya sebagai pengguna. Ini jaringan Denpasar. Barang dipesan lewat telepon, lalu ditempel di suatu tempat," katanya.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved