Ada 268 Tenaga Kerja Asing di Denpasar, 30 Persen Bekerja di Bidang Pendidikan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar mengatakan, saat ini jumlah tenaga kerja asing di Denpasar sebanyak 268 orang

Ada 268 Tenaga Kerja Asing di Denpasar, 30 Persen Bekerja di Bidang Pendidikan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Perayaan May Day di Lumintang, Rabu (1/5/2019). Ada 268 Tenaga Kerja Asing di Denpasar, 30 Persen Bekerja di Bidang Pendidikan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi mengatakan, saat ini jumlah tenaga kerja asing di Denpasar sebanyak 268 orang.

"Berdasarkan data terakhir jumlah tenaga kerja asing di Denpasar tahun 2018 yakni 268 orang," katanya, Rabu (1/5/2019).

Ia mengatakan, jumlahnya telah menurun dari tahun sebelumnya.

Kedepannya ia berharap ada transfer knowledge sehingga jumlah tenaga kerja asing akan menurun.

Baca: 6 Hal yang Terjadi di Keluarga Kerajaan Inggris Tapi Tak Banyak Yang Tahu, Termasuk Kecemburuan

Baca: Pemkab Klungkung Jalin Kerja Sama dengan OWHCE, Kembangkan Wisata Warisan Budaya

"Tenaga kerja asing ini dibatasi dan harus dengan pendampingan yang dipersiapkan. Mudah-mudahan tahun ke tahun berkurang," katanya.

Menurutnya, kebanyakan tenaga asing ini bekerja di sektor pendidikan dikarenakan di Denpasar banyak sekolah internasional.

"30 persen tenaga kerja asing ini bekerja di bidang pendidikan," katanya.

Sementara itu dari data Disnaker Denpasar tahun 2016 ada sebanyak 280 dan turun menjadi 268 pada tahun 2017.

Baca: Petinju Bali, Gregorius Gheda Dende Target Emas Pra PON 2019

Baca: Kalahkan Pesilat Gianyar, Dian Purnami Raih Emas! Laga Antar Bintang Kelatnas Indonesia PD Bali

Ia menambahkan, Disnaker hanya punya tugas mendata TKA yang formal, sementara untuk izin tetap dikeluarkan oleh Kemnaker.

"Perusahaan yang menerima tenaga asing wajib melapor ke kita. Tapi ada yang tidak dilaporkan karena kerjanya lintas kabupaten dan itu kewenangan provinsi," katanya.

Selain itu, setiap perusahaan juga wajib membuat pendamping untuk tenaga kerja asing ini.

Menurut Anom selain sektor pendidikan, TKA ini bekerja di sektor pariwisata baik perhotelan, restaurant, maupun travel. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved