Denpasar Perkuat Cagar Budaya di Tengah Pariwisata Modern

Konferensi OWHC IX ini merupakan agenda tahunan untuk membahas berbagai upaya pelestarian warisan pusaka budaya di kota masing-masing

Denpasar Perkuat Cagar Budaya di Tengah Pariwisata Modern
Humas Pemkot Denpasar
Sekjen OWHC Denish Richard bersama Walikota Denpasar, IB Rai Mantra saat membuka konferensi internasional OWHC di Hotel Prama, Sanur, Denpasar, Selasa (30/4/2019). Pemkot Denpasar melakukan kerjasama Lol bersama Pemkot Bulgar, Republik Tatarstan, Federasi Rusia. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Diperkirakan situs-situs kuno menghilang dalam waktu singkat.

Umumnya, keberadaan situs kuno ini hilang karena dibongkar atau diganti dengan situs yang baru.

Terlebih melihat pesatnya perkembangan zaman hari ini, tentu upaya pelestarian cagar budaya menjadi perhatian lebih.

Hal ini mengemuka pada helatan Konferensi Internasional Organisasi Kota Pusaka Dunia (Organization World Heritage City) IX di Sanur, Denpasar, Selasa (30/4/2019).

Dalam konferensi ini melibatkan 13 kota dari berbagai negara di Eropa dan Asia.

Juga ada 7 kota yang tergabung dalam anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai dari Jambi, Solo dan lain-lain.

Konferensi OWHC IX ini merupakan agenda tahunan untuk membahas berbagai upaya pelestarian warisan pusaka budaya di kota masing-masing.

Kabag Humas dan Protokol Setda Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan melalui konferensi ini diharapkan terjadi pertukaran gagasan dalam agenda pelestarian cagar budaya.

Ini menjadi penting bagi Denpasar karena ada banyak pusaka budaya.

Pusaka budaya yang menjadi konsen dalam hal ini meliputi warisan benda (situs) maupun non-benda (ritus/tradisi).

Baca: Ribuan Personel Polda Bali Amankan Aksi Damai May Day

Baca: Setelah Dilantik Nanti, Gaji Anggota DPRD Bangli Periode Baru Sentuh Angka Rp 35 juta

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved