Dulu Disebut Pura Legu, Kini Prasasti Blanjong Jadi Benda Cagar Budaya Peringkat Kota

Prasasti Blanjong yang teletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

Dulu Disebut Pura Legu, Kini Prasasti Blanjong Jadi Benda Cagar Budaya Peringkat Kota
Tribun Bali/Putu Supartika
Jro Mangku Made Mawa saat menunjuk huruf pada prasasti Blanjong 

  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Prasasti Blanjong yang teletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Denpasar.

Prasasti Blanjong ini berbentuk sebuah pilar silindris atau tugu silindris, yang seringkali dianggap sebagai tugu tanda kemenangan.

Memiliki tinggi 177 cm dan garis tengah 62 cm. 

Yang unik dari keberadaan prasasti ini ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Sanakerta dan Bali Kuna. 

Juga dengan dua huruf atau aksara yaitu huruf Bali Kuna dan Prenagari. 

Menurut pemangku pura Blanjong yang juga sebagai penjaga situs tersebut, Jro Mangku Made Mawa ditemu beberapa waktu lalu, situs ini ini dibuat pada masa pemerintahan raja Bali yaitu Sri Kesari Warmadewa yang merupakan raja Bali pertama dari dinasti Warmadewa. 

"Dalam prasasti ini memuat angka tahun 836 Saka atau 914 M yang menyebutkan nama raja Kesari Warmadewa dan bertahta di Singhadwala yang telah mengalahkan Gurun dan Suwal," kata Mawa saat ditemui Tribun Bali. 

Menurutnya, Blanjong ini berasal dari dua kata yaitu belah yang berarti pecah dan jong artinya perahu sehingga banyak yang menganggap prasasti tersebut adalah pecahan awak kapal. 

Dan menurutnya dahulu di daerah tersebut adalah sebuah pelabuhan. 

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved