KPPAD Bali Masih Banyak Temukan Pekerja Anak di Sektor Informal di Bali

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali menilai di Bali saat ini banyak ditemui pekerja yang masih anak-anak

KPPAD Bali Masih Banyak Temukan Pekerja Anak di Sektor Informal di Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Diskusi publik guna memperingati Hari Buruh Internasional di Lembaga Bantuan Hukum Bali, Rabu (1/5/2019) sore. 

"Tidak boleh bekerja dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, itu tidak diperbolehkan," jelasnya.

Baca: Ini 3 Poin Permasalahan Ketenagakerjaan di Bali

Baca: Mengenal Sosok Naruhito, Kaisar ke-126 Dalam Sejarah Monarki Jepang

Guna meminimalisasi pekerja anak-anak ini, maka perlu dilakukan sosialisasi terkait keberadaan regulasi atau undang-undang yang melarang pekerja anak.

Selain itu, dinas ketenagakerjaan harus melakukan pengawasan secara terus-menerus agar pekerja anak ini tidak terjadi.

Jika ada pelanggaran mengenai hal ini tentu harus dilakukan tindakan tegas.

Yastini menjelaskan, ancaman pidana dalam memperkerjakan anak bisa dihukum penjara selama 1 hingga 4 tahun dan denda dari Rp 100 hingga Rp 400 juta.

Selain Yastini, hadir sebagai pemantik dalam diskusi tersebut yakni Vany Primaliraning selaku Direktur YLBHI/LBH Bali, wartawan yang sekaligus alumni Rumah Berdaya KPSI Bali Angga Wijaya dan Miftachul Huda dari AJI Denpasar. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved