Ribuan Personel Polda Bali Amankan Aksi Damai May Day

Personel Polda Bali turun ke jalan mengamankan aksi damai Hari Buruh Internasional atau May Day, Rabu (1/5/2019)

Ribuan Personel Polda Bali Amankan Aksi Damai May Day
Humas Polda Bali
Gelar apel kesiapan pengamanan Aksi Damai May Day, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha beri instruksi kepada ribuan personelnya, Rabu (1/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Personel Polda Bali turun ke jalan mengamankan aksi damai Hari Buruh Internasional atau May Day, Rabu (1/5/2019).

Setidaknya ada 2.147 personel Polda Bali yang diterjunkan ke lokasi-lokasi aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Namun sebelum diterjunkan, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha mengumpulkan para personel untuk melaksanakan apel di halaman depan Mapolda Bali pukul 08.00 Wita tadi.

Dalam apel tersebut, Wakapolda Bali mengatakan tak hanya aksi damai saja yang dilakukan namun juga ada acara seremonial.

Yang mana hal itu untuk menyuarakan hak-hak para buruh, perbaikan nasib dan juga mengkritik kebijakan pemerintah dalam hal kesejahteraan buruh.

Baca: Setelah Dilantik Nanti, Gaji Anggota DPRD Bangli Periode Baru Sentuh Angka Rp 35 juta

Baca: Polres Badung Terjunkan 451 Personel Amankan Peringatan Hari Buruh Internasional

Sehingga Brigjen Pol I Wayan Sunartha meminta kepada para personelnya untuk mengawal dan melakukan pengamanan agar situasi tetap kondusif.

"Oleh karenanya, saya berharap segala sesuatu yang sudah dipersiapkan dapat diaktualisasikan sehingga pengamanan May Day pada tahun ini dapat berjalan optimal, aman dan damai," ujar Brigjen Pol I Wayan Sunartha.

Wakapolda Bali juga meminta kepada personelnya untuk tetap bersiap siaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat aksi berlangsung.

Baca: Adi Spa Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp 2 Miliar Lebih

Baca: Ratusan Delegasi OWHC Berkunjung ke Tukad Badung, Resmikan Mural Persahabatan

Namun, ia berpesan agar tidak terjadi atau timbul masalah saat di lapangan, Wakapolda Bali minta penerapan dengan cara pendekatan humanis dan preventif.

"Pelaksanakan pengamanan agar menerapkan pola kemanusiaan dengan menggunakan pendekatan humanis dan preventif, jangan ada yang makan tulang kawan,"

"Bila ada tanda-tanda orasi atau kegiatan yang dilakukan oleh buruh menyimpang dari peraturan perundang-undangan agar segera diamankan," tuturnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved