Sebelum Meninggalkan Jasad Kekasihnya, Kodok Sempat Mencium Kening Korban dan Lakukan Ini

Terlihat dalam reka adegan, Kodok menempatkan kepala korban di atas bantal, lalu tubuhnya dibungkus dengan kain selimut.

Sebelum Meninggalkan Jasad Kekasihnya, Kodok Sempat Mencium Kening Korban dan Lakukan Ini
TRIBUN BALI/RATU AYU DESIANI
Kadek Indra Jaya alias Kodok menoyor kepala korban dalam rekonstruksi, Rabu (1/5/2019). Kodok ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap mahasiswa Undiksha, Kadek Ayu Sherly Mahardika. 

Nyawa korban Serli pun melayang tepat diadegan ke-32.

Bahkan terkuak pada adegan ke-32 ini, sempat timbul niat pelalu Kodok untuk membuang jenazah Serli.

Namun karena tidak tahu hendak dibuang ke mana, akhirnya pelaku kodok pun menempatkan posisi korban Serli layaknya sedang tertidur.

Sebelumnya, Polres Buleleng telah menetapkan Kadek Indra Jaya alias Kodok sebagai tersangka pembunuhan terhadap mahasiswa Undiksha, Kadek Ayu Sherly Mahardika.

Jasad korban ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya.

Pria penuh tato asal Tabanan ini membunuh korban dengan cara membekap, mencekik dan memukuli leher korban.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, tersangka melakukan itu karena cemburu ketika korban menerima pesan pendek dari seorang lelaki.

Kodok berhasil ditangkap selang tiga jam setelah mayat korban ditemukan di kamar kosnya jalan Wijaya Kusuma Gang IV nomor 1 Singaraja.

Kodok ditangkap di Jalan Udayana Singaraja, setelah Polisi berhasil mengantongi beberapa bukti berdasarkan hasil olah TKP.

Kodok menuturkan saat kejadian, pelaku dalam keadaan emosi lantaran cemburu.

Korban disebutkan menerima pesan singkat dari pria lain yang merupakan teman kampus korban.

Sesaat sebelum kejadian, korban juga berniat meninggalkan pelaku, karena akan mengerjakan tugas kampus.

“Ada cowok nge-chat dia (korban). Padahal baru pulang sorenya belum ganti baju, malah mau ke kampus lagi. Ada chat lagi dari cowok diajak buat tugas bareng, akhirnya bertengkar,” terang Kodok saat saat polisi menggelar konferensi pers pada Jumat (12/4/2019) lalu.

Keseharian pelaku bekerja serabutan. Pelaku dan korban sudah menjalin hubungan sejak korban duduk di bangku SMP.

Dalam kurun waktu itu, sempat hubungan mereka diwarnai dengan putus nyambung, karena keluarga korban tidak menyetujui hubungan mereka.

Pelaku pun menyebut jika selama menjalin hubungan memang sering bertengkar dengan korban.

“Memang setiap kali bertengkar selalu saling pukul sama dia, dan sering berantem gara-gara hal sepele. Pas kejadian memang saya tidak bisa mengontrol emosi dan tidak ingat apa-apa. Saya menyesal sudah melakukannya,” ujarnya sambul tertunduk.

Sementara itu, Kapolsek Kota SIngaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku membunuh korban pada Senin, 8 April 2019 sekitar pukul 19.00 wita.

Saat melakukan aksinya, Pelaku awalnya melakukan pembekapan terhadap korban dengan menggunakan Bantal hingga lemas.

Namun karena korban masih bernafas, pelaku lanjut mencekik korban. Namun karena koban saat itu masih bernafas, pelaku pun selanjutnya memukul leher korban sebanyak tiga kali hingga kemudian tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Mahasiswi dari sebuah Universitas di Singaraja ditemukan tewas dengan kondisi jasad yang sudah membusuk di dalam kamar kos, di Jalan Wijaya Kusuma Gang IV Nomor 1 Singaraja. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved