Sekda Bali Apresiasi Dinas Kearsipan, Peraih Penghargaan Kedua Terbaik Nasional dari ANRI

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi prestasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang menerima penghargaan peringkat dua terbaik nasional

Sekda Bali Apresiasi Dinas Kearsipan, Peraih Penghargaan Kedua Terbaik Nasional dari ANRI
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Sekda Dewa Indra saat hadir dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Program Pengawasan Kearsipan Tahunan Tahun 2019 di Ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (30/4/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi prestasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, khususnya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang menerima penghargaan peringkat dua terbaik nasional dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Saya yang datang langsung ke Makassar untuk menyaksikan pemberian penghargaan tersebut karena memandang pentingnya tugas dan fungsi kearsipan bagi pemerintahan,” kata Dewa Indra dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Program Pengawasan Kearsipan Tahunan Tahun 2019 di Ruang Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (30/4/2019) pagi.

Selain mengapresiasi karena telah mendapatkan peringkat dua nasional, eks Kepala BPBD Provinsi Bali ini juga mengapresiasi hasil kerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang diakuinya memiliki sistem dan fasilitas yang baik untuk menunjang penyimpanan dan pencarian arsip dengan cepat dan efektif.

Baca: Kami Akan Cetak Gol di Kandang Persija!, Paulo Sergio Yakin Bali United Bakal Bobol Gawang Lawan

Baca: Teco Tambah Waktu Seleksi Pemain Sorong, Andre Puji Bali United Tim Bagus

“Saya lihat sendiri bagaimana kondisi penyimpanan arsip kita, dokumen yang diminta bisa dengan mudah didapatkan, dan kedepan harus kita tingkatkan lagi,” katanya.

Dirinya pun menekankan peran penting Dinas Kearsipan, baik dalam akuntabilitas kinerja organisasi hingga memori kolektif daerah dan bangsa.

“Mengingat nilai pentingnya arsip, maka perlu dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat," ujarnya.

Dewa Indra berharap para staf serta jajaran pimpinan Badan Kearsipan di seluruh kabupaten/kota mampu memaknai nilai penting Dinas Kearsipan serta menjauhkan pikiran dan anggapan negatif mengenai Badan Kearsipan.

Baca: Upah Buruh yang Masih Rendah Jadi Sorotan Gerakan Buruh Bali Bersatu

Baca: Dianggap Suara Kresek-kresek di Semak adalah Babi Hutan, Samsul Tewas Ditembak Temannya Ini

Mindset yang keliru jika menganggap Dinas Kearsipan adalah posisi yang tidak strategis, harus dipahami bahwa tugas-tugas kearsipan, suatu arsip bisa berperan bagi pendidikan, bagi keberlanjutan informasi antar generasi, saya kira tidak ada yang meragukan itu,” kata Dewa Indra.

“Tanpa arsip yang baik, maka akan putus informasi. Apa yang dibuat saat ini, atau oleh pendahulu kita akan kehilangan jejaknya, tanpa arsip yang rapi dan mudah ditemukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani mengatakan, rakor yang diadakan secara berkala ini antara lain juga menyerahkan hasil laporan monitoring tindak lanjut pengawasan kearsipan tahun 2018, serta penyerahan laporan audit kearsipan internal.

“Semuanya sebagai bahan pembenahan di masing-masing Dinas Kearsipan kabupaten/kota serta lembaga lain. Saya harapkan jika masih ada yang tercatat mendapatkan nilai buruk agar tetap semangat untuk memperbaiki diri,” jelas Haryani. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved