Berita Banyuwangi

Anas Sebut Hardiknas adalah Momentum untuk Budayakan Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 yang saat ini mulai merambah berbagai sektor menjadi perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas Sebut Hardiknas adalah Momentum untuk Budayakan Revolusi Industri 4.0
Haorrahman
Bupati Anas saat mengunjungi salah satu stan dalam peringatan Hardiknas di Taman Blambangan Banyuwangi, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Revolusi Industri 4.0 yang saat ini mulai merambah berbagai sektor menjadi perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), menurutnya harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.

"Saat ini, sudah banyak daerah yang tenaga kerjanya tergantikan oleh mesin dan robot. Bukan tidak mungkin, hal tersebut akan segera terjadi di Banyuwangi. Fenomena yang oleh para pakar disebut Revolusi Industri 4.0 ini, mau tidak mau harus segera direspon oleh sekolah," ungkap Anas dalam peringatan Hardiknas di Taman Blambangan Banyuwangi, Kamis (2/5/2019).

Sekolah tidak hanya fokus menyiapkan para pelajar yang hanya menjadi tenaga kerja. Namun, harus didorong untuk menghasilkan anak didik yang memiliki kreativitas dan entreprenurship.

Baca: 10 Fakta Tentang Kelompok Berbaju Hitam di Hari Buru & Logo A Dalam Lingkaran, Apa Motifnya?

Baca: Ungkapan Hati Andre Awawata Setelah Ikut Latihan Bersama Bali United

"Ini semua kuncinya ada pada guru. Bagaimana mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memberikan inspirasi baru kepada peserta didiknya," imbuhnya.

Untuk mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik, Pemda Banyuwangi mendorong dengan program Banyuwangi Mengajar.

Para sarjana yang memiliki kualifikasi bagus, ditempatkan secara khusus di sekolah-sekolah terpencil.

"Kita juga mengapresiasi beberapa sekolah di Banyuwangi yang membuka aneka ekstrakulikuler kekinian, seperti kelas robotik di SMPN 1 Banyuwangi dan sekolah-sekolah lainnya. Ini penting untuk mengenalkan dunia baru sejak dini," jelasnya.

Baca: Hadapi Leg Kedua dengan Persija, Melvin Platje Sebut Pertandingan Akan Berlangsung hanya 80 Menit

Baca: Waspada Sindrom Nasi Goreng, Keracunan Makanan karena Nasi yang Sudah Basi

Dalam peringatan tersebut, digeber sejumlah inovasi teknologi yang dikerjakan siswa TK - SMA se-derajat di Banyuwangi.

Mulai dari teknologi smart home yang dilengkapi sensor tinggi badan dan sensor lampu rumah, robot transporter, hingga teknologi pengolahan pangan.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved