Belajar Keterbukaan dari Ketut Tribana, Pensiunan Guru yang Masih Mengabdikan Diri untuk Pendidikan

I Gusti Ketut Tribana, salah seorang guru di SMA Negeri 8 Denpasar, merupakan salah satu guru yang memberikan banyak inspirasi.

Belajar Keterbukaan dari Ketut Tribana, Pensiunan Guru yang Masih Mengabdikan Diri untuk Pendidikan
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
I Gusti Ketut Tribana, salah seorang guru di SMA Negeri 8 Denpasar 

Laporan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbicara mengenai pendidikan, tentu tidak lepas dari peran seorang guru.

I Gusti Ketut Tribana, salah seorang guru di SMA Negeri 8 Denpasar, merupakan salah satu guru yang memberikan banyak inspirasi.

Banyak cara dan nilai-nilai yang ia tanamkan kepada siswanya, agar pendidikan tidak hanya menjadikan guru sebagai sentral informasi yang tahu segalanya.

Bahkan Ketut Tribana tidak sungkan memberikan ruang terbuka bagi siswanya, jika terjadi perbedaan di antara keduanya.

"Yang saya ajarkan bagaimana mereka berani berkomunikasi dengan guru, walaupun mereka beda pendapat dengan guru. Supaya mereka berani mengungkapkan pendapat, jangan sampai mereka takut beda pendapat dengan gurunya. Kan salah besar jika guru sampai membuat anak itu menjadi anak penakut", kata Ketut Tribana.

Baca: Pentas Drama Peringatan Hardiknas 2019 di Balai Bahasa Angkat Kisah Perjuangan Guru

Baca: Gerai Pintar LPD Kesiman, Memanfaatkan Teknologi untuk Kembangkan Pelayanan

Menurut Ketut Tribana, melalui keterbukaan menyampaikan pendapat, maka akan terjadi sebuah diskusi. Sebab ia menyadari, bahwa saat ini siswa sudah dapat mendapat informasi dari berbagai sumber, terutama internet.

Selain keterbukaan, Ketut Tribana juga memberikan contoh yang baik dan memberikan motivasi kepada para muridnya.

"Guru itu selain memberi pelajaran, juga membentuk sikap siswa dengan memberikan contoh", kata Ketut Tribana.

Baca: 10 Fakta Tentang Kelompok Berbaju Hitam di Hari Buru & Logo A Dalam Lingkaran, Apa Motifnya?

Bagi Ketut Tribana pendidikan adalah cara untuk memanusiakan manusia. Tidak dikekang, melainkan diarahkan.

"Pendidikan itu memanusiakan manusia. Jangan sampai anak dianggap robot, seolah-olah anak-anak itu tidak punya pemikiran. Padahal mereka itu punya ide bagus, pemikiran dia punya."

"Kan itu yang perlu kita kembangkan, bukan menjejalkan sebanyak-banyaknya ilmu kepada mereka. Apa gunanya banyak dia dijejali ilmu kalau tidak ada manfaatnya. Kan percuma juga. Jadi yang penting mereka kritis menghadapi persoalan yang ada", kata Ketut Tribana.

Meski Ketut Tribana telah pensiun sebagai PNS pada Januari 2019 lalu, namun hingga saat ini ia masih mengabdikan dirinya sebagai pendidik. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved