Cok Ace Usulkan Karyawan Jalani Psikotes, Sayangkan Kasus Pelecehan Seksual pada Wisatawan China

Kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China saat bermain jetsky di Tanjung Benoa mendapat respons cepat

Cok Ace Usulkan Karyawan Jalani Psikotes, Sayangkan Kasus Pelecehan Seksual pada Wisatawan China
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Bali dipimpin oleh Wakil Gubernur Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dengan Konsulat Jenderal (Konjen) China di Denpasar membicarakan terkait pelecehan seksual yang dialami seorang WNA China di Kantor BTB Renon Denpasar, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China saat bermain jetsky di Tanjung Benoa mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Bali maupun Konsulat Jenderal (Konjen) China di Denpasar.

Atas peristiwa tersebut, Pemprov Bali yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A Gede Yuniartha Putra mengadakan  pertemuan dengan Konjen China, Bali Tourism Board (BTB) dan  Gabungan Usaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali, di Kantor BTB Renon Denpasar, Kamis (2/5/2019).

Cok Ace menyampaikan, Pemprov Bali sangat menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi di tengah-tengah usaha seluruh stake holder untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan Pemerintah China dalam sektor pariwisata dan budaya.

“Peristiwa yang terjadi terhadap seorang wisatawan China di Tanjung Benoa tentu sangat mencoreng dan mengganggu usaha teman-teman semua (dalam meningkatkan kualitas pariwisata Bali),” kata Cok Ace.

Baca: Bertemu Presiden Jokowi di Istana, AHY Pakai Mobil B 2024, Apa Maknanya Ini?

Baca: Ini Isi Chat WhatsApps yang Jadi Pemicu Kodok Marah dan Menghabisi Nyawa Sang Kekasih

Atas peristiwa itu pihaknya kemudian berharap, pertama, pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum agar segera menuntaskan  kasusnya dan memberikan hukuman yang sepantasnya.

Bahkan  hukuman yang seberapa-beratnya agar menimbulkan efek jera kepada pelaku. Alasannya karena dalam hal ini, Konjen China di Bali sedang memonitor perkembangan kasus tersebut.

Kedua, ia mengusulkan kepada pengusaha di sektor pariwisata khususnya Gahawisri yang memiliki risiko tinggi terhadap tindakan pelecehan kepada wisatawan agar memeriksa i para calon karyawannya, serta sebaiknya melakukan psikotes secara berkala.

Lanjutnya, psikotes bisa  dilakukan kepada semua usaha yang karyawannya berpotensi ada kontak langsung dengan wisatawan

“Saat penerimaan karyawan saya rasa memang perlu dilakukan psikotes. Ini akan menjadi bagian dari promosi ke depannya. Perusahaan yang telah mempunyai sertifikasi terhadap karyawan-karyawannya akan menjadi promosi yang baik untuk pengguna jasa karena diyakini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan pada wisatawan,” tuturnya.

Baca: Mohon Doa bagi Putri Denada, Harus Berjuang 1,5 Tahun Lagi, Badan Shakira Kurang Bisa Tahan

Baca: Ungkap Jaringan Baru Narkoba Asal Banyuwangi dan Bali, Polresta Denpasar Akan Selidiki Lebih Lanjut

Diakuinya, pertumbuhan usaha-usaha pariwisata di Bali sangat cepat sekali melebihi kemampuan pemerintah untuk melakukan kontrol sehingga perlu dilakukan pembinaan, di samping juga pelatihan-pelatihan kompetensi pada karyawan-karyawandi sektor pariwisata.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved