Simpang Ring Banjar

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956

Warga Banjar Ole khususnya anak-anak hingga remaja memilih untuk melestarikan sebuah permainan tradisional yakni megandu

Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956
Banjar Ole
Megandu, Permainan Tradisional Usai Masa Panen yang Sudah Ada Sejak 1956 

Pemilik atau si penjaga telur bertugas melindungi telur-telur tersebut dari gangguan dan berusaha agar telur tidak diambil.

Saat bersamaan peserta lain yang mengitari si penjaga harus mengambil telur-telur jerami yang tergeletak di tengah sampai habis.

Baca: Petani Kesusahan Jual Beras Impari, Biaya Tanam Rp 12 Juta tapi Ditawar Hanya Rp 6 Juta saat Panen

Baca: Kabar Terbaru Kondisi Cedera Melvin Platje Jelang Laga Kontra Persija, Apa Kata Melvin?

Di situlah tantangannya, jika ada yang mendekat hendak mengambil telur, penjaga harus berusaha mengusir dengan cara mendekati orang tersebut sampai tersentuh tali.

Ia (pemilik telur) akan tetap berusaha untuk menjaga telurnya dengan berlari lari ke arah kiri maupun kanan sembari membentangkan tali.

Namun ketika salah satu telur berhasil diambil oleh si pencuri, permainan pun semakin seru diiringi dengan sorak sorai dari peserta dan para penonton.

"Nah itu terus berlanjut, dan ketika telur itu habis. Si penjaga ini akan mendapat hukuman dengan dilempari oleh telur gandu itu sendiri. Penjaga nantinya pasti akan berlumuran lumpur dan bahkan ada yang sampai menangis karena begitu banyaknya lemparan telur," jelasnya.

Tak Terpengaruh Teknologi

Sampai sekarang permainan ini tetap dilestarikan dengan melibatkan Sanggar Wintang Rare yang sudah ada sejak 1996 lalu.

Disinggung mengenai pengaruh dari adanya teknologi saat ini, ia mengatakan dengan adanya teknologi yang sekarang ini, permainan ini tidak begitu bergeser.

Semua antusias untuk mengikuti jika sudah dipentaskan.

"Permainan ini tak terpengaruh oleh apa pun termasuk teknologi karena saat permainan mereka akan fokus untuk bermain saja sehingga permainan ini menjadi seru dan menyenangkan serta bisa menghibur para penonton," kata Weda.

Weda mengatakan, permainan ini tak hanya permainan biasa karena di dalamnya memiliki manfaat yang sunggur luar biasa.

Yakni olahraga, kedisiplinan, patuh dengan aturan hingga persaudaraan yang kuat tertuang dalam permainan ini.

Ia pun berharap permainan trasional ini tetap ada seterusnya dan tak kan pernah mati. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved