Minat Transmigrasi Masyarakat Tabanan Turun Sejak 2 Tahun Lalu

Program transmigrasi dari pemerintah pusat tahun 2019 ini kembali digulirkan

Minat Transmigrasi Masyarakat Tabanan Turun Sejak 2 Tahun Lalu
Istimewa.
Lokasi transmigrasi yang rencananya disediakan di Kabupaten Sumba Timur, NTT. 

Ia mengaku sudah sempat melakukan pengecekan ke lokasi dengan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Bali belum lama ini.

Nantinya peserta transmigrasi akan diberikan lahan pertanian atau perkebunan untuk dikelola.

Baca: Usai Emosi Karena Fadel Islami Ditanya Pekerjaannya, Musdalifah Curhat Tentang Pernikahannya

Baca: Fakta Barcelona Vs Liverpool, Messi Cetak Gol ke-600, Suarez yang Pertama Musim Ini

“Tahun ini untuk Provinsi Bali dapat jatah 10 KK, dan misalnya nanti memang ada pendaftar dari kabupaten seperti Tabanan, baru akan diajukan ke provinsi untuk selanjutnya diseleksi,” jelasnya.

Santika menuturkan, keadaan ini justru lebih parah daripada dua tahun sebelumnya (2017).

Saat itu, ada kuota lima KK, dan yang mendaftar sebanyak empat KK, itu pun Disnakertrans mengakui sangat kesulitan mencari masyarakat yang mau untuk transmigrasi.

“Keadaan saat ini memang sangat berbeda dengan lima atau 10 tahun terakhir yang animo masyarakat Tabanan untuk transmigrasi sangat tinggi,” tuturnya.

Disinggung mengenai penyebabnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini mengaku kemungkinan karena beberapa faktor.

Baca: Kredit BPR Lestari Berhasil Capai Rp 3,136 Triliun, Tumbuh 20,90 Persen Year on Year

Baca: Cerai Dari Sule, Lina Kini Jadi Penyanyi, Rilis Single Baru Dengan Penampilan Baru

Seperti karena faktor taraf hidup masyarakat sudah lebih baik saat ini, dimana lapangan pekerjaan yang sudah banyak tersedia, terutama di bidang pariwisata.

Kemudian juga karena faktor tujuan wilayah transmigrasi yang berada pada wilayah Indonesia timur.

“Mungkin dua faktor itu menjadi penyebab animo masyarakat turun. Kalau dulu program transmigrasi ada yang ke Sulawesi, Kalimantan dan daerah lainnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada 2017 lalu ada empat KK warga Tabanan yang transmigrasi ke Desa Tongauna, Kecamatan Uessi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dan berdasarkan hasil monitoring Pemkab Tabanan ke daerah tujuan transmigrasi saat itu, para transmigran asal Tabanan saat ini kehidupannya sudah sangat layak dan mencukupi. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved