Perempuan, Perhatikan Inilah Perubahan Periode Menstruasi pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun

Sebab, jika Anda tidak mengerti, mungkin saja itu merupakan tanda sesuatu yang serius.

Perempuan, Perhatikan Inilah Perubahan Periode Menstruasi pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun
kompas.com
Ilustrasi 

Usia 40-an adalah awal dari fluktuasi hormon perimenopause, yang merupakan prekursor untuk menopause.

Selama masa ini, umumnya delapan hingga 10 tahun sebelum menopause (yang biasanya terjadi pada awal usia 50-an), tubuh Anda bersiap untuk garis akhir menstruasi.

Perubahan hormon normal menyebabkan ovulasi menjadi lebih tidak teratur.

Hal tersebut berarti Anda bisa mulai mengalami menstruasi yang terlewat, aliran yang lebih berat, bercak di antara periode, dan peregangan PMS yang lebih lama.

"Hal yang selalu saya katakan tentang gejala perimenopause adalah satu hal yang dapat diprediksi adalah bahwa tidak ada yang dapat diprediksi," kata Dr. Streicher.

Hanya saja jangan lupa, bahkan jika ovulasi tidak menentu, Anda masih bisa hamil.

Seorang wanita tidak mengalami menopause sampai haidnya berhenti setidaknya selama satu tahun.

Terakhir, Dr. Ross menjelaskan bahwa menstruasi Anda menawarkan banyak wawasan tentang kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter Anda.

Contoh, periode menstruasi yang sangat tidak teratur atau perubahan drastis pada aliran Anda mungkin merupakan tanda masalah kesehatan.

Seperti tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau sejumlah masalah kesehatan lainnya. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved