Petani Kesusahan Jual Beras Impari, Biaya Tanam Rp 12 Juta tapi Ditawar Hanya Rp 6 Juta saat Panen

Panen beras jenis Impari yang direkomendasikan oleh pemerintah membuat petani pusing. Pasalnya harga jual gabah tidak sepadan dengan biaya produksi

Petani Kesusahan Jual Beras Impari, Biaya Tanam Rp 12 Juta tapi Ditawar Hanya Rp 6 Juta saat Panen
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
PANEN PADI - Produsen beras memanen padi di areal Persawahan di daerah Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (1/5/2019). 

Penebas Gabah, Sayu Suwardi mengatakan, untuk lahan Dewa Kade Soma diakuinya hanya bisa dibeli seharga Rp 6 juta.

Ia tidak berani merugi lantaran harga beras Impari bukan persoalan mahal atau murah, tapi tidak lakunya dijual di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Sutama mengatakan, persoalan rebah dan hasil panen yang tidak sesuai ekspektasi itu dikarenakan faktor cuaca.

Saat ini, curah hujan cukup tinggi.

Ini yang membuat padi cepat rebah dan hasil beras juga kecil-kecil.

Jangan Jual

Disinggung mengenai, kenapa tidak ada langkah untuk membeli padi rebah milik petani?

Padahal KUD memiliki dana talangan untuk membeli padi yang tak sesuai dengan harapan petani.

Sutama menjawab, ketika hasil panen seperti ini tentu saja KUD tidak berani membeli.

Namun, beras Impari ini hanya pada April ini saja hasilnya buruk.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved