Ungkap Jaringan Baru Narkoba Asal Banyuwangi dan Bali, Polresta Denpasar Akan Selidiki Lebih Lanjut

Peredaran narkoba di wilayah Kota Denpasar, Bali kembali terjadi, kali ini tersangka merupakan pelaku baru asal Jawa Timur dan Bali.

Ungkap Jaringan Baru Narkoba Asal Banyuwangi dan Bali, Polresta Denpasar Akan Selidiki Lebih Lanjut
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan bersama Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Aris Purwanto berhasil menangkap empat tersangka jaringan narkoba di wilayah Bali, Kamis (2/5/2019). 

Namun dalam pengakuan tersangka kepada pihaknya, tersangka mengaku sebelumnya membawa narkoba tersebut seberat satu kilogram.

"Awal pengakuan tersangka ini, barang haram ini masuk sebelumnya ada 1 kilogram. Ini kita berhasil ungkap dengan berat 726,66 gram,"

"Sekitar 250 sisanya sudah terjual. Hingga kini kita masih selidiki dan kembangkan siapa saja pengguna-pengguna yang pesan kepada mereka ini," kata Kapolresta Denpasar.

Lebih lanjut Kapolresta Denpasar yang baru menjabat pada bulan Desember 2018 ini menambahkan, tersangka membawa narkoba ini dengan menggunakan bus.

Baca: Koster Programkan Bali Wajib Belajar 12 Tahun, Target Tuntas Empat Tahun Kedepan

Baca: Kabar Terbaru Kondisi Cedera Melvin Platje Jelang Laga Kontra Persija, Apa Kata Melvin?

Setelah tiba di Bali, narkoba tersebut dipecah-pecah lalu dimasukkan ke dalam plastik kecil yang kemudian ditimbang dengan masing-masing satu hingga 5 gram.

Para tersangka ini mengaku menjual dengan cara menempel di suatu tempat yang sudah ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan menghubungi penggunanya untuk diambil.

Dari hasil penjualan tersebut, para tersangka ini mengaku mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu sekali transaksi.

Bahkan dijelaskan Kombes Pol Ruddi Setiawan, para tersangka ini merupakan jaringan baru yang sudah melakukan kegiatan ini sejak Januari 2019.

Baca: Kaos Keos di Sudut Taman Baca Kesiman, Agung Alit Pajang 80 Kaos Sarat Pesan Kritik Sosial

"Keempat tersangka ini satu jaringan dan alasan mereka menjual barang haram ini ya karena faktor ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, saat awak media mencari tahu mengenai barang haram tersebut didapatkan dari mana, Kombes Pol Ruddi Setiawan menambahkan pihaknya masih menyelidiki dan mengembangkan kasus ini.

"Ya kita masih dalam penyelidikan lagi, semoga bisa terungkap kasus ini. Tapi dari pengungkapan ini, kita berhasil menyelamatkan lima ribu jiwa,"

"Dari kasus ini, kita kenakan pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Hukuman penjara paling lama 5 hingga 20 tahun," tambahnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved