Buntut Kasus Pelecehan Wisatawan China oleh Pemandu Jetsky di Bali, Viral di Medsos China

Usulan ini mencuat setelah terjadi kasus pelecehan seksual terhadap seorang wisatawan China SZ (20) di wialayah Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan,

Buntut Kasus Pelecehan Wisatawan China oleh Pemandu Jetsky di Bali, Viral di Medsos China
Tribun Bali/Wemasatya
BAHAS KASUS - Wakil Gubernur Bali Cok Ace bertemu dengan Konjen Tiongkok di Bali Gou Haodong di kantor Bali Tourism Board (BTB) Renon, Denpasar, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengusulkan kepada pengusaha di sektor pariwisata agar memeriksa rekam jejak para calon karyawannya.

Ia menyarankan sebaiknya psikotes dilakukan secara berkala.

Kata dia, psikotes bisa dilakukan kepada semua usaha yang karyawannya berpotensi ada kontak langsung dengan wisatawan.

Ini ia sampaikan saat bertemu dengan Konsulat Jenderal (Konjen) China, Bali Tourism Board (BTB), dan Gabungan Usaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali di Kantor BTB Renon Denpasar, Kamis (2/5).

“Saat penerimaan karyawan, saya rasa memang perlu dilakukan psikotes. Ini akan menjadi bagian dari promosi ke depannya. Perusahaan yang telah mempunyai sertifikasi terhadap karyawan-karyawannya akan menjadi promosi yang baik untuk pengguna jasa karena diyakini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan pada wisatawan,” paparnya.

Usulan ini mencuat setelah terjadi kasus pelecehan seksual terhadap seorang wisatawan China SZ (20) di wilayah Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung pada Selasa (23/4/2019).

Kasus ini melibatkan pemandu jetsky Mohamad Toha (29). Ia mengajak SZ berkeliling dengan jetsky kemudian meraba dan mencium korban.

Cok Ace mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut sampai terjadi di tengah-tengah usaha seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan pemerintah China dalam sektor pariwisata dan budaya.

Selain  meminta psikotes berkala untuk karyawan, ia berharap pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasusnya dan memberikan hukuman.

Bahkan  saran dia, pelaku dihukum seberapa-beratnya agar menimbulkan efek jera.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved