Denpasar Komitmen Dukung Pemajuan Kota Pusaka, Lahirkan Tiga Butir Komitmen

Konferensi OWHC IX melahirkan Denpasar Komitmen sebagai dukungan terhadap kelestarian Kota Pusaka dan Warisan Budaya

Denpasar Komitmen Dukung Pemajuan Kota Pusaka, Lahirkan Tiga Butir Komitmen
Humas Pemkot Denpasar
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membacakan Denpasar Komitmen pada Gala Dinner International Conference OWHC Eurasia IX di Prama Sanur Beach Hotel. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warisan budaya baik berupa benda (situs) maupun tidak benda (ritus) merupakan penanda peradaban sebuah tempat.

Maka perlu komitmen untuk menjaganya agar generasi mendatang bisa belajar darinya.

Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam Konferensi Internasional Organisasi Kota Pusaka Dunia (OWHC) IX di Denpasar tahun 2019.

Konferensi ini melahirkan Denpasar Komitmen sebagai dukungan terhadap kelestarian Kota Pusaka dan Warisan Budaya.

Adapun komitmen ini meliputi tiga butir, yakni ada sesi khusus tentang heritage tourism pada setiap kongres OWHC, yang melibatkan para profesional pariwisata, akademisi dan departemen pariwisata pemerintah dari wilayah anggota sebagai ekosistem untuk heritage tourism berkelanjutan.

Baca: Hyundai Kona Resmi Mengaspal di Bali, Ini Harga dan Keunggulannya

Baca: Paulo Sergio : Tekanan Kami Adalah Wasit, Bukan Fans Persija Jakarta

Kedua, memastikan adanya peningkatan kapasitas dalam pelestarian heritage dan heritage tourism untuk mengantisipasi perubahan iklim, dengan menerapkan kearifan lokal dari setiap wilayah anggota, seperti Tri Hita Karana, (harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan) di Bali.

Ketiga, mendorong adanya kerja sama antar kota di wilayah anggota OWHC.

Komitmen ini dibacakan langsung oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di hadapan 13 delegasi negara Eurasia anggota OWHC dan 7 kota anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa Denpasar Komitmen ini menjadi langkah awal bagi anggota OWHC, khususnya di benua Eropa dan Asia untuk memperkuat warisan budaya yang mampu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.

Baca: Nikmati Sensasi Ditekan Fans Persija! Taufiq Minta Waspadai Motivasi Persija Usai Gagal di AFC

Baca: Sudah Berusia 20 Tahun, Ini 5 Fakta SpongeBob Capai Yang Tak Banyak Diketahui Penggemarnya

''Sehingga upaya untuk terus meningkatkan ketangguhan warisan budaya yang dipadukan dengan pengembangan pariwisata dapat berjalan dan saling menguatkan,'' katanya.

Komitmen ini, kata dia nantinya akan menjadi usulan dalam Internasional Conference OWHC 2020 mendatang di Polandia.

Lebih lanjut dikatakan, ini sesuai dengan tujuan awal pelaksanaan konferensi ini, yakni menjadi ajang tukar pikiran serta untuk menginventarisasi masalah yang dihadapi oleh kota warisan budaya dan kota pusaka.

''Sehingga dapat menjadi ajang diskusi untuk bersama-sama menciptakan solusi,'' harapnya,

Sementara, Sekjen OWHC Denish Richard mengatakan sudah sepantasnya setiap kota memiliki kewajiban menjaga warisan budaya masing-masing.

''Saya sangat bangga dengan hal itu, kota ini sangat konsisten dengan tourism heritage, masih mempertahankan ikon budaya. Ini nanti dapat menjadi wahana edukasi peradaban di masa depan,'' ungkapnya.(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved