Subak Yeh Saba Hanya Ditengok, Tak Pernah Dilakukan Perbaikan dan Tindak Lanjut

Kelian Dinas Banjar Bantiran mempertanyakan proyek perbaikan saluran irigasi di dua tempek di Subak Yeh Sabha

Subak Yeh Saba Hanya Ditengok, Tak Pernah Dilakukan Perbaikan dan Tindak Lanjut
Tribun Bali/I Made Prasetya Ariawan
RUSAK - Kondisi saluran irigasi di Subak Yeh Saba, Banjar/Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kelian Dinas Banjar Bantiran, I Made Kartika Yasa mempertanyakan proyek perbaikan saluran irigasi di dua tempek di Subak Yeh Sabha yang sebelumnya terdampak pada bencana di sembilan titik wilayah Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan.

Sebelumnya, krama subak sudah melakukan penanganan darurat dan membeli peralatan meski dengan cara mengutang di toko bangunan setempat.

Ia pun melontarkan kritik pedas terhadap Pemerintah Tabanan, sebab sejak rusaknya saluran irigasi di subak tersebut, sejumlah pihak yang datang hanya meninjau atau menengok saja tanpa ada kelanjutannya. 

“Subak kita sudah mirip obyek wisata, banyak yang datang tapi hanya ditengok saja,” ujar Made Kartika Yasa, Kamis (2/5/2019).

Kartika Yasa melanjutkan, kerusakan sebenarnya terjadi di dua tempek yakni Tempek Kilung dan Tempek Tangladan.

Baca: Optimis Juara! Dayu Surya Rangkai Bunga Tri Hita Karana

Baca: Paulo Sergio Tak Peduli Rohit dan Paulle Kembali Perkuat Persija

Kerusakan di Tempek Yeh Kilung cukup parah karena terjadi pada tempat masuknya air atau bendungan air dari sungai menuju irigasi.

Selain itu, Pura Bedugul setempat juga sempat ikut longsor.

Sementara di Tempek Tangladan hanya rusak pada saluran air dan sudah ditangani warga setempat.

Ia juga mempertanyakan, pengajuan perbaikan kepada pemerintah sudah sejauh mana sebab kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

“Kami berharap semoga saja tidak ada kendala berarti dan perbaikan bisa segera dilakukan,” harapnya. 

Baca: Dinsos Bangli Akan Buka Pelatihan Bagi 30 Penyandang Disabilitas

Baca: Viral, Pilot Lion Air Pukul Pegawai Hotel, Begini Penjelasan Pihak Lion Air

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman, I Made Yudiana mengatakan, untuk perbaikan Subak Yeh Saba, pihak Dinas PUPRPKP Tabanan sudah mengajukan proposal permohonan dana melalui BKK Provinsi untuk anggaran 2020.

“Proposalnya sudah kami kirim ke provinsi waktu ini. Semoga saja hal ini (perbaikan subak) mendapat prioritas di Provinsi,” harapnya.

Disinggung mengenai anggaran bencana dan anggaran tak terduga, Yudiana mengakui untuk sementara masih belum diketahui.

Ia berjanji akan menindaklanjuti perkembangannya.

"Untuk dana tak terduga kami akan cek lagi perkembangannya," janjinya.

“Sementara dari sembilan titik kemarin (beberapa waktu lalu) yang terdampak sudah bisa ditangani namun belum 100 persen karena keterbatasan alat dan biaya,” imbuhnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved