Wawancara Khusus

Hakim Konstitusi Dewa Gede Palguna: Ini Pilihan Nurani, Saya Tak Terlalu Ngejar Jabatan

Dewa Gede Palguna karena pilih mundur dari pencalonan itu, akhirnya calon pesaingnya, yakni Hakim Konstitusi Aswanto, kembali terpilih menjadi

Hakim Konstitusi Dewa Gede Palguna: Ini Pilihan Nurani, Saya Tak Terlalu Ngejar Jabatan
Dok Pribadi
Hakim Konstitusi Dr I Dewa Gede Palguna SH MHum saat memberikan kuliah sebagai dosen tamu di The Haque University of Applied Sciences (Belanda). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hakim Konstitusi Dr I Dewa Gede Palguna SH MHum memilih menarik diri dari persaingan untuk posisi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2019-2021.

Karena pilih mundur dari pencalonan itu, akhirnya calon pesaingnya, yakni Hakim Konstitusi Aswanto, kembali terpilih menjadi Wakil Ketua MK dalam Rapat Permusyawaratan Hakim MK di Jakarta pada 25 Maret lalu.

Saat itu, Palguna menyatakan mundur setelah 9 hakim MK melakukan voting sebanyak dua kali.

Dalam kedua voting itu, Palguna dan Aswanto meraih suara imbang, yakni sama-sama 4 suara, karena satu hakim memilih abstain.

Palguna kemudian menginterupsi saat Ketua MK Anwar Usman akan melanjutkan voting ketiga.

Palguna menyatakan menarik diri dari pencalonan.

Setelah mencuatnya berita pengunduran diri tersebut, Palguna menuai pujian banyak pihak.

Hakim Konstitusi yang beralmamater Universitas Udayana (Unud) ini dinilai sebagai sosok negarawan, yakni menempatkan kepentingan yang lebih besar daripada ambisi pribadi.

Berikut ini wawancara Tribun Bali, Jumat (3/5/2019), dengan Hakim Konstitusi kelahiran Bangli 24 Desember 1961 ini.

Kenapa Bapak memilih mundur dalam pemilihan tersebut?

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved