Kalapas Kelas IIA Kerobokan Sayangkan Kejadian Dalam Video Viral Pemindahan Napi

Diduga kuat, para napi itu berasal dari Lapas Kerobokan dan Lapas Narkotika Bangli, yang hendak diseberangkan lewat laut ke Lapas Nusakambangan, Jawa

Kalapas Kelas IIA Kerobokan Sayangkan Kejadian Dalam Video Viral Pemindahan Napi
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. Sebuah video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan beberapa narapidana diseret-seret oleh petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) sedang ramai diperbincangkan. Diduga kuat, para napi itu berasal dari Lapas Kerobokan dan Lapas Narkotika Bangli, yang hendak diseberangkan lewat laut ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. 

Ia mengatakan, belum ada komunikasi dari pihak Nusakambangan ke Lapas Kerobokan terkait viralnya video tersebut.

"Pasca viralnya video tersebut, dari pihak Nusakambangan ke kita sampai siang tadi belum ada konfirmasi. Namun pukul 12.30 Wita tadi, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah mengontak kami dan menyampaikan beberapa hal. Pada intinya meminta beberapa berkas untuk segera kami kirimkan dan saat ini lagi kami siapkan,” jelas Nainggolan.

"Tentu sebagai manusia, sebagai insan pemasyarakatan, saya kira kita semua harus menyayangkan tindakan seperti itu. Bahwa pada zaman sekarang ini, hal demikian tidak boleh terjadi lagi. Ada undang-undang tentang HAM sebagai acuan kita dalam pembinaan narapidana. Dan semua narapidana tidak ada perbedaan perlakuan, kecuali beberapa hal yang mengharuskan dilakukan seperti yang saya sampaikan sebelumnya," imbuh Nainggolan.

Ditanya apakah pasca kejadian tersebut program pemindahan napi ke Nusakambangan masih tetap dilakukan, Nainggolan menjawab bahwa revitalisasi pemasyarakatan diawali dari lapas yang ada di Nusakambangan.

Memang, kata dia, ada beberapa unit pelaksana teknis lapas yang sedang dipersiapkan, seperti Lapas Karanganyar.

Lapas itu akan segera dioperasionalkan sebagai lapas dengan pengamanan tingkat tinggi. 

Kalau lapas itu sudah beroperasi, menurut Nainggolan, maka harus ada warga binaan yang mengisinya atau sebagai penghuninya.

Sedangkan lapas-lapas di Indonesia termasuk Bali akan melakukan pemindahan atau distribusi napi manakala dibutuhkan. 

"Jadi intinya kita juga harus mempertimbangkan keadilan, itu pertama. Yang kedua, Lapas Kerobokan adalah lapas kelas IIA untuk napi kasus pidana umum. Makanya, kita selalu memindahkan warga binaan ke Lapas Narkotika Bangli untuk kasus narkotika yang hukumannya di bawah 10 tahun,” ungkapnya.

Ditambahkan lagi, kalau hukumannya di atas 10 tahun, mereka harus ditempatkan di Lapas Kelas I khusus untuk kasus narkoba, atau Lapas Kelas II dan ke Lapas IIA Narkotika yang pengamanannya maksimum atau dengan pengamanan tingkat tinggi.

“Jadi harus dibedakan, apalagi di Lapas Nusakambangan itu ada spesifikasi yang membedakan, baik itu SDM-nya, fasilitas, letak lapas dan fasilitas pendukung lainnya," tutur Nainggolan.(Tribun Bali/Busrah Ardans)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved