Penderita HIV/AIDS Meningkat Tiap Bulan, Nyoman Suyetna Sebut 75 Persen Berasal dari Sesama Jenis

Koordinator Petugas Lapangan di Yayasan Kerti Praja, Dewa Nyoman Suyetna mengatakan, orang terjangkit virus HIV/AIDS di Bali meningkat setiap bulannya

Penderita HIV/AIDS Meningkat Tiap Bulan, Nyoman Suyetna Sebut 75 Persen Berasal dari Sesama Jenis
Tribun Manado
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Menurut data dari yayasan yang bergerak khusus dalam penanggulangan HIV/AIDS yakni YKP (Yayasan Kerti Praja) melalui Koordinator Petugas Lapangan di Yayasan Kerti Praja, Dewa Nyoman Suyetna mengatakan, orang terjangkit virus HIV/AIDS di Bali meningkat setiap bulannya.

Ia memaparkan tahun 2019 ini, ada 14 kasus baru pada bulan April lalu.

"Pada bulan April, ada 489 orang yang mengikuti tes di YKP dan terdapat 14 orang yang positif," ujarnya saat dihubungi melalui seluler, Sabtu (4/5/2019).

"Di Denpasar itu ada banyak tempat atau layanan untuk tes HIV/AIDS. Dari ribuan orang, hanya sekitar 489 orang yang mengikuti tes di YKP. Sisanya ya di tempat lain seperti puskesmas, RS Sanglah atau di RS Wangaya. Namun untuk datanya lengkap ada di kantor saya tidak bawa. Ada juga data lebih lengkap dari Dinkes Provinsi Bali ," jelasnya.

Baca: Siswa SMA Bunuh Diri Karena Hasil Ujian Dinyatakan Tak Lulus, Tapi Ternyata Ada Kesalahan Penilaian

Baca: Sesosok Jenazah Perempuan Tengah Hamil Muda Ditemukan di Pinggir Jalan, Kepalanya Hilang

Baca: BREAKING NEWS: Korban Terseret Arus I Made Gunarta Ditemukan Jauh dari TKP, Begini Kondisinya

Diketahui untuk data tahun 2018, ditemukan berdasarkan hasil tes, sebanyak 10 hingga 22 orang per bulan terjangkit virus ini.

Dari jumlah tersebut, 75 persen berasal dari kalangan lelaki seks dengan lelaki (LSL) atau biasa disebut homoseksual. Pada umumnya tinggal di Denpasar, Buleleng, dan Karangasem.

"Yang paling banyak tahun lalu yang tertular itu LSL. Dengan rata-rata berusia 18 tahun sampai 30 tahun. Sebenarnya dari mana pun, ada saja yang LSL mengidap HIV/AIDS. Tapi yang banyak dari tiga daerah itu. Namun, asal mereka 60 persen dari luar Bali, dan 40 persen dari Bali," ungkapnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved