Sistem Zonasi Bertujuan Pemerataan, IGI Ajak Pimpinan Desa Ikut Sosialisasikan PPDB

Pada pertengahan Bulan Juni 2019 mendatang akan dilaksanakan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK/Sederajat

Sistem Zonasi Bertujuan Pemerataan, IGI Ajak Pimpinan Desa Ikut Sosialisasikan PPDB
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bali, I Wayan Suwirya. Sistem Zonasi Bertujuan Pemerataan, IGI Ajak Pimpinan Desa Ikut Sosialisasikan PPDB 

Sistem Zonasi Bertujuan Pemerataan, IGI Ajak Pimpinan Desa Ikut Sosialisasikan PPDB

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pada pertengahan Bulan Juni 2019 mendatang akan dilaksanakan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK/Sederajat.

Dalam Permendikbud 51 tahun 2018 menyebutkan 90 persen seleksi menggunakan sistem zonasi.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bali, I Wayan Suwirya menyatakan mendukung PPDB dengan sistem zonasi.

Menurutnya, sistem zonasi akan menghasilkan pemerataan pendidikan sehingga tidak ada sekolah unggul atau tidak unggul.

“Bagus menurut saya, tujuannya adalah pemerataan oleh pemerintah. Kalau ada sekolah favorit di suatu tempat, maka akan menjadi timpang dan tidak adil. Tujuan utama dari zonasi sebenarnya agar semua sekolah menjadi berkualitas,” kata Suwirya saat ditemui di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Sabtu (5/5/2019).

Baca: Syahrini 3 Ganti Gaun Dalam Acara Makan Malam Silaturami

Baca: Syukuran Atas Terselenggaranya Pemilu, 10.000 Orang Akan Padati Lapangan Bajra Sandhi Minggu Besok

Selanjutnya, dengan sistem zonasi siswa diharuskan bersekolah di sekolah terdekat dari tempat tinggalnya, dan tidak lagi tertuju ke satu sekolah tertentu.

Untuk menghindari adanya kisruh seperti tahun-tahun sebelumnya, ia mengajak pimpinan desa seperti kelian adat, bendesa adat, kepala desa dan lurah ikut melakukan sosialisasi terkait PPDB dengan sistem zonasi.

Begitu juga dengan kepala sekolah diharapkan supaya aktif datang atau mengundang pimpinan desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi.

“Aturan baru itu kan bisa ditafsirkan lain kalau tidak disosialisasikan,” ujar Suwirya.

Baca: Siswa SMA Bunuh Diri Karena Hasil Ujian Dinyatakan Tak Lulus, Tapi Ternyata Ada Kesalahan Penilaian

Baca: Kirim 50 Atlet, IODI Bali Ingin Tahu Kekuatan Lawan dalam Indonesia Open Dancesport Championships

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved