Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Kelebihan Pantai Patra Sehingga Dijadikan Tempat Pengamatan Hilal di Bali

Setelah melakukan pengamatan menggunakan teropong hilal selama 26 menit, dari pukul 18.09 hingga 18.35 WITA, bulan tidak terlihat.

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/MEIKA PESTARIA TUMAGGOR
Suasana pengamatan hisab dan rukyat untuk penentuan awal Ramadhan 1440 Hijriah di Pantai Patra, Kuta. Pengamatan dilakukan oleh Kementerian Agama Provinsi Bali bersama BMKG Bali, Pengadilan Agama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, MUI dan sejumlah ormas Islam di Bali. 

Ini Kelebihan Pantai Patra Sehingga Dijadikan Tempat Pengamatan Hilal di Bali

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jelang bulan Ramadhan (KBBI-Ramadan), pengamatan hisab dan rukyat rutin dilakukan di 34 provinsi se-Indonesia, satu di antaranya di Bali.

Pengamat untuk menentukan awal bulan Ramadhan di Bali, dilakukan lembaga Kementerian Agama Provinsi Bali, BMKG, Pengadilan Agama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, MUI dan sejumlah ormas Islam di Bali.

Tim terpadu ini memilih Pantai Patra, Kuta sebagai lokasi untuk melihat keberadaan bulan.

Kasubid pengumpulan dan penyebaran BMKG Bali, Ardhianto Septiadi menjelaskan, Pantai Patra dipilih sebagai lokasi pengamatan, karena lokasinya terletak di sebelah barat, bertepatan dengan lokasi matahari terbenam.

Selanjutnya di lokasi ini pula ufuk bulan terlihat jelas.

"Matahari kan terbenam di sebelah barat, jadi kita pilih pantai yang berada di sebelah barat. Sebenarnya banyak pantai yang ada di sebelah barat, tapi di Pantai Patra ini ufuk bulan bisa terlihat jelas," kata Ardhi.

Setelah melakukan pengamatan menggunakan teropong hilal selama 26 menit, dari pukul 18.09 hingga 18.35 WITA, bulan tidak terlihat.

Pengamatan dilakukan secara intensif pada pukul 18.20 hingga 18.25 WITA. Tim BMKG beberapa kali menjelaskan keadaan bulan yang diamati.

"Sekarang sudah pukul 18.20 WITA, matahari telah terbenam, tapi masih terdapat bias dari sinar matahari," kata Ardi menjelaskan kepada peserta yang hadir dalam pengamatan hisab dan rukyat.

Pantauan Tribun-Bali.com di lapangan, meski kondisi cuaca di pantai Patra pada Minggu (5/5/2019) sore cerah, namun hingga bulan terbenam pukul 18.35 WITA, bulan tidak dapat terlihat karena tertutup oleh awan tebal. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved