Pimpin Pemusnahan Belasan Kapal Vietnam, Menteri Susi: Solusi Cantik Kita Menakuti Negara Lain

Pimpin Pemusnahan Belasan Kapal Vietnam, Menteri Susi: Solusi Cantik Kita Menakuti Negara Lain

Pimpin Pemusnahan Belasan Kapal Vietnam, Menteri Susi: Solusi Cantik Kita Menakuti Negara Lain
(Kolase dari berbagai akun Twitter via Tribunnews.com)
Wajah Susi Pudjiastuti dalam komik Jepang Golgo 13 

TRIBUN-BALI.COM.COM, JAKARTA- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin langsung pemusnahan kapal ilegal di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019).

Ada 13 Kapal Perikanan Asing (KIA) ilegal dengan bendera Vietnam yang ditenggelamkan pada kesempatan ini.

Susi mengatakan, penenggelaman kapal ikan asing ini merupakan jalan keluar dari masalah sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun.

Baca: Adu Jangkrik, Tubuh Ni Kadek Ani Terpental ke Sawah, Begini Kondisi Gadis 16 Tahun itu

"Ini merupakan way out yang sangat cantik untuk negara kita menakuti bangsa atau negara lain. Penyelesaian dengan cara ini seharusnya menjadi sebuah tradisi praktek penegakan hukum," ujar Susi melalui keterangan tertulis, Minggu (5/5/2019).

Menurut Susi, penenggelaman kapal ikan ilegal memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara berdaulat.

Sikap ini terbukti memberikan efek jera terhadap para pencuri ikan di perairan Indonesia.

Baca: Bayi Menangis Histeris, Tubuh Ibunya Tergantung di Pintu Dapur

"Melalui penenggelaman, kita memberikan kepastian hukum kepada semua orang. Investasi perlu kepastian hukum di sebuah negara dan kita kasih kepastian hukum bagi pelanggar hukum. Tidak ada diskriminasi hukum,” kata Susi.

Selain itu, penenggelaman kapal ikan ilegal ini juga berdampak positif bagi produksi perikanan Indonesia yang mengalami kenaikan.

Adapun, pemusnahan 13 kapal ini adalah rangkaian rencana pemusnahan 51 kapal ikan ilegal yang telah berkekuatan hukum tetap.

Baca: Bekas di Pintu Antar Gede Irawan ke Tahanan, Datangi Rumah Tirtayasa Saat Dini Hari

Sebanyak 2 kapal telah ditenggelamkan April lalu.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved