Unik! SMP PGRI 3 Denpasar Larang Kantin Sekolah Gunakan Plastik, Bungkus Makanan Pakai Daun Pisang

SMP PGRI 3 Denpasar melarang kantin sekolah menggunakan styrofoam maupun plastik untuk membungkus atau wadah makanan yang diperjualbelikan

Unik! SMP PGRI 3 Denpasar Larang Kantin Sekolah Gunakan Plastik, Bungkus Makanan Pakai Daun Pisang
SMP PGRI 3 Denpasar
Penggunaan bahan ramah lingkungan di kantin SMP PGRI 3 Denpasar. Unik! SMP PGRI 3 Denpasar Larang Kantin Sekolah Gunakan Plastik, Bungkus Makanan Pakai Daun Pisang 

Unik! SMP PGRI 3 Denpasar Larang Kantin Sekolah Gunakan Plastik, Bungkus Makanan Pakai Daun Pisang

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SMP PGRI 3 Denpasar melarang kantin sekolah menggunakan styrofoam maupun plastik untuk membungkus atau wadah makanan yang diperjualbelikan.

Hal itu bertujuan mengurangi sampah plastik sekali pakai yang diproduksi sekolah sekaligus mendukung Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar.

Pembungkus makanan menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti pembungkus nasi menggunakan daun pisang, begitu pula jajanan kue dibungkus dengan tekor daun.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, I Made Suada, mengatakan sekolah tidak mengizinkan kantin menjual makanan dan minuman yang dibungkus dalam kemasan plastik dan makanan mengandung kimia berbahaya.

Baca: Pelestarian Bahasa Bali Lewat Teknologi Digital, Putri Suastini Berharap Partisipasi Milenial

Baca: Piagam PKB Tak Berlaku Pada PPDB SMA, Bagaimana dengan PPDB SMP di Denpasar? Simak Penjelasannya

Makanan yang dijajakan haruslah makanan yang sehat.

Warga sekolah juga diminta membawa wadah makanan sendiri dari rumah jika akan membeli makanan di kantin, selain kantin juga menyiapkan tekor daun.

Penjual minuman juga tidak boleh menggunakan wadah plastik.

Aturan ini diterapkan oleh pihak sekolah lantaran didasari keprihatinan produksi sampah terutama plastik yang cukup banyak dalam setiap harinya.

Di mana pembungkus makanan dan minuman kemasan berupa plastik, tertumpuk dalam jumlah banyak di tempat sampah lingkungan sekolah.

Baca: Banyak Anak Hobi Main Gadget, Istri Gubernur Bali Minta Orangtua Aktif Kenalkan Seni Pada Buah Hati

Baca: Ketua FKUB Badung Apresiasi Seluruh Penyelenggara Pemilu 2019

"Anak-anak kami sarankan membawa botol minuman atau tumbler. Sekolah juga menyediakan air, jadi yang mau minum bisa ambil langsung gratis dan sudah diteliti kebersihannya," kata Suada.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved