Dugaan Kasus Korupsi Kuitansi Fiktif Yayasan Ma’aruf Belum Disidangkan, Begini Kata Kejaksaan

Kasus dugaan korupsi Yayasan Ma’aruf sebesar Rp 200 juta dengan tiga terdakwa, yakni Muhamad Saifudin, Supeni Mayangsari alias Bu Jero

Dugaan Kasus Korupsi Kuitansi Fiktif Yayasan Ma’aruf Belum Disidangkan, Begini Kata Kejaksaan
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Pengadilan 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR -- Kasus dugaan korupsi Yayasan Ma’aruf sebesar Rp 200 juta dengan tiga terdakwa, yakni Muhamad Saifudin, Supeni Mayangsari alias Bu Jero dan H. Miftah Aulawi Noor, yang diungkap Satreskrim Polresta Denpasar pada awal September 2018 lalu hingga kini tak kunjung disidangkan. 

 
Saat dikonfimasi, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum)/Humas Kejaksaan Tinggi Bali (Kejati) Bali Edwin Ignatius Beslar, tidak banyak berkomentar terkait kapan kasus dugaan korupsi yayasan Ma’aruf akan disidangkan. 

 
Menurutnya kasus ini ditangani pihak Kejaksaan Negeri Denpasar.

“Yang nangani kan Denpasar (Kejaksaan Negeri Denpasar, red). Saya cek dulu,” ujar Edwin Beslar, Senin (6/5/2019).

 
Bahkan saat disinggung adanya isu apakah benar terhadap kasus ini sudah SP3 atau belum? Ia pun enggan menjawab.

“Pertanyaanya kan sama, disidang. Jadi saya harus cek dulu,” katanya singkat.  

Sementara itu, sumber jaksa senior mengatakan semestinya kasus ini (dugaan kasus korupsi Yayasan Ma’aruf) sudah harus disidangkan karena sudah dinyatakan P21 (lengkap).

 
“Perkara yang dinyatakan sudah lengkap (P-21) dari kepolisian dan dilimpahkan ke kejaksaan harusnya segera disidangkan,” tegas sumber jaksa senior tersebut.

 
Ia pun menegaskan kejaksaan tidak bisa mengulur-ngulur waktu persidangan dan harus segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved