Ramadan 2019

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berpuasa Sehari Penuh, Perhatikan Risiko dan Cara Amannya

Puasa umumnya dilakukan dengan menahan haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berpuasa Sehari Penuh, Perhatikan Risiko dan Cara Amannya
Tribun Bali/Busrah Ardans
Suasana Buka Puasa Bersama di Masjid Chandra Asri, Minggu (10/6/2018). 

Namun, peneltian membuktikan hal ini tak bisa dialami semua orang.

Beberapa pola diet juga menerapkan puasa dengan "jendela makan" selama 12 jam, 16 jam atau 24 jam.

Tapi, ada juga beberapa pola diet yang mengharuskan orang untuk minum air selama mode puasa atau mengizinkan untuk konsumsi minuman nol kalori.

Namun, pola diet yang menerapkan metode puasa alias intermittent fasting tak selalu baik untuk tubuh, termasuk mengurangi asupan kalori harian.

Dalam sebuah riset, terungkap orang-orang dengan obesitas yang melakukan diet puasa intermiten mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada mereka yang melakukan diet dengan cara yang lebih tradisional, tetapi hasilnya tidak signifikan secara statistik.

Dengan kata lain, puasa tidak terlalu mempengaruhi fisik seseorang daripada kecocokannya dengan gaya hidup.

Sebagai contoh, salah satu riset menemukan orang yang berpuasa cenderung menyerah pada upaya penurunan berat badan daripada mereka yang berdiet dengan cara yang lebih tradisional, seperti menghitung kalori.

Selain itu, efek samping lain dari puasa adalah meningkatnya nafsu makan usai berpuasa.

Para ahli setuju puasa mungkin membuat kita lebih susah menurunkan berat badan karena makan berlebihan setelah periode puasa.

Puasa juga bisa membuat kita mengabaikan kebiasaan makan sehat yang telah kita terapkan sehari-hari, karena saat berbuka, kita justru banyak mengasup makanan yang kurang sehat.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved