Pendiri Keramas Aeropark Kisahkan Jatuh Bangun Berbisnis Kuliner, Sehari Pernah Capai Rp 100 Juta

Direktur Operasional sekaligus pendiri Keramas Aeropark ini, mengajak 3 rekannya membuka bisnis kuliner dengan konsep pesawat terbang

Pendiri Keramas Aeropark Kisahkan Jatuh Bangun Berbisnis Kuliner, Sehari Pernah Capai Rp 100 Juta
Tribun Bali/AA. Seri Kusniarti
Suasana Restoran Keramas Aeropark. 

     

Pihaknya pun tidak ada rencana mengubah konsep, bahkan tidak menyuruh pelayan restoran untuk menggunakan pakaian pramugari.       

“Sebab pesawat terbang adalah gimmick dan ikon kami saja, kami fokus memberikan food and beverage yang beda dan unik,” tegasnya.        

Jatuh bangun pun dirasakan Abdi Negara dan rekan bisnisnya. Apalagi saingan di wilayah seputar restorannya juga cukup banyak dengan modal fantatis.

“Tapi kami sebagai salah-satu UMKM yakin bisa bersaing,” imbuhnya.       

Lanjutnya, ia pernah mendapatkan penjualan hingga Rp 100 juta dalam sehari.

Namun ketika Gunung Agung erupsi, penjualannya bahkan pernah hanya Rp 800 ribu per hari.

Baginya, itu semua dinamika usaha dan pihaknya tetap fokus pada tujuan serta melakukan perbaikan.       

Budi Gautama, Direktur Keuangan dan salah satu pendiri Keramas Aeropark membenarkan dinamika usaha itu.

“Usaha kuliner ini dikelilingi pesaing besar dengan modal besar, tapi kami tak gentar. Apalagi banyak orang lokal yang bekerja di Keramas Aeropark,” katanya.       

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved