Pendiri Keramas Aeropark Kisahkan Jatuh Bangun Berbisnis Kuliner, Sehari Pernah Capai Rp 100 Juta

Direktur Operasional sekaligus pendiri Keramas Aeropark ini, mengajak 3 rekannya membuka bisnis kuliner dengan konsep pesawat terbang

Pendiri Keramas Aeropark Kisahkan Jatuh Bangun Berbisnis Kuliner, Sehari Pernah Capai Rp 100 Juta
Tribun Bali/AA. Seri Kusniarti
Suasana Restoran Keramas Aeropark. 

Walaupun ia tak menampik, akselerasi dari pemodal besar dengan UMKM jelas berbeda.

“Cuma kami berusaha survive, bertahan dan mengendalikan. Apalagi kami mengajak karyawan 90 persen dari wilayah Keramas dan Medahan, jadi harus berjuang,” katanya.        

Ia pun berharap terus tumbuh dan berkembang, apalagi masih ada 2/3 lahan potensial yang bisa dikembangkan di Keramas Aeropark.

“Menjaga bisnis kuliner tetap jalan, harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Unik dan berbeda, kemudian adaptasi dengan teknologi informasi digital marketing, serta kejutan baru,” jelasnya.       

Ia menceritakan pengalaman unik saat pesawat dibawa ke Keramas. “Pesawat dibawa bertepatan dengan kejadian jembatan ambruk di Jembrana,” ujarnya.       

Pesawat dibawa lewat darat, dan terjadi insiden di Gilimanuk. Pesawat yang dibawa dengan truk trailer sepanjang 28 meter dan cukup tinggi diarahkan masuk ke pintu gerbang karcis.

“Nah di sana nyenggol lah pintu gerbangnya sampai rusak. Akhirnya pesawat ditahan di sana. Kebetulan pak Abdi Negara orang Negara dan melakukan diskusi lalu dibantu. Pesawat akhirnya diberikan berangkat setelah itu Pak Abdi Negara datang ke sana dengan tukang untuk memperbaiki,” katanya.       

Banyak orang heran, kata dia, karena pesawat dengan berat 30 ton, panjang 36 meter lebih, dan lebar 38 meter lebih bisa dibawa lewat darat.       

“Padahal sebenarnya ada rahasianya, jadi badan pesawat beberapa dilepas sambungannya. Jadi kami melibatkan orang yang ahli dalam konstruksi badan pesawat,” sebutnya.

Ia pun berharap ke depan bisnis ini akan terus tumbuh dan berkembang. Apalagi pihaknya telah melakukan perbaikan di segala lini, sehingga kini segmentasinya lebih jelas, market lebih jelas, food and beverage juga lebih bagus.       

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved