Bertahun-tahun Sang Ibu Beri Pil KB Pada Dua Putrinya Agar Tak Hamil, Fakta Ini Justru Terungkap

Dua gadis kakak beradik sebut saja Mawar (19) dan Melati (16) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Samarinda

Bertahun-tahun Sang Ibu Beri Pil KB Pada Dua Putrinya Agar Tak Hamil, Fakta Ini Justru Terungkap
Net
Ilustrasi: Dua gadis kakak beradik sebut saja Mawar (19) dan Melati (16) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku adalah pria berinisial PJ (67), seorang buruh pabrik kayu asal Lampung yang bekerja di Palaran. 

Bertahun-tahun Sang Ibu Beri Pil KB Pada Dua Putrinya Agar Tak Hamil, Fakta Ini Justru Terungkap

TRIBUN-BALI.COM - Dua gadis kakak beradik sebut saja Mawar (19) dan Melati (16) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pelaku adalah pria berinisial PJ (67), seorang buruh pabrik kayu asal Lampung yang bekerja di Palaran.

PJ yang sebelumnya disebutkan sebagai ayah tiri telah mencabuli dua anak kandungnya selama tujuh tahun, yakni sejak 2012.

Mirisnya, aksi bejat pelaku diketahui oleh istrinya yang tak lain merupakan ibu kandung dari kedua korban.

Baca: 9 Siswa di Bali Ada yang Dapat Nilai Nol di Satu Mapel, Ini Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Bali

Baca: Pentas Tunggal Drama Musikal Pang Balang Tamak Berlangsung Meriah

Baca: DJ Adam’s Family Declines Autopsy

Baca: Kisah Ibu Kecolongan di Rumah Sendiri, Anak Gadisnya Diperdaya hingga 5 Kali oleh Pacarnya

Bahkan ibu kedua korban membantu aksi bejat suaminya untuk menutupi perbuatan terlarang pelaku.

Ibu korban membantu aksi pelaku dengan memberikan pil KB kepada dua putrinya agar tidak hamil

Tindakan ibu korban tersebut didasari rasa khawatir tidak ada yang menafkahi dia dan 3 anaknya, kalau suaminya di penjara.

Dikutip dari RRI, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Samarinda Adji Suwignyo membenarkan adanya kasus hubungan inses tersebut.

"Perilaku bejat seorang ayah mencabuli dua anak dibawah umur terjadi lagi di Samarinda tepatnya di Palaran sangat mengerikan," terang Adji.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved