Dokter Palsukan Surat Sakit untuk Diri Sendiri, Didenda Rp 73 Juta

Seorang dokter di Singapura dijatuhi hukuman denda 7.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 73 juta

Dokter Palsukan Surat Sakit untuk Diri Sendiri, Didenda Rp 73 Juta
Changi General Hospital
Rumah Sakit Umum Changi. 

Inilah yang membuat perbuatan Joel awalnya sempat tidak tercium.

Joel pertama sekali memalsukan surat sakitnya pada tanggal 25 November 2015.

Dia juga menandatanganinya dengan tanggal 20 November tahun itu, hari di mana dia tidak melapor kerja.

Pemalsuan ini akhirnya terbongkar setelah pihak rumah sakit curiga dan memutuskan menghubungi Klinik Kesehatan Etern.

Pengacara Joel, Lee Teck Leng dalam pembelaannya menyatakan Joel tidak pernah menjadi dokter pengganti di luar jam kerjanya di rumah sakit.

Dia selalu bertugas di klinik setelah jam kerjanya selesai.

Lee melanjutkan bahwa di empat kejadian itu, kliennya mengeluarkan surat sakit karena dia sedang depresi akibat diputuskan oleh mantan pacar.

Lee juga menyatakan kliennya memutuskan menjadi dokter pengganti untuk mencari uang tambahan demi berangkat ke Kanada untuk menjumpai kekasih yang memutuskan hubungan secara mendadak pada Agustus 2015.

Hakim Distrik Mathew Joseph menyatakan kasus ini sangatlah menyedihkan karena Joel telah gagal memenuhi kode etiknya sebagai seorang dokter.

“Anda masih sangat muda, 28 tahun, saya berharap saudara tidak melihat ini sebagai akhir kehidupan," ujarnya.

Joel melalui pengacaranya menyatakan penyesalan yang sangat mendalam atas perbuatannya.

Dia berharap masyarakat akan memaafkan dan memberinya kembali kesempatan kedua.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Palsukan Surat Sakit untuk Diri Sendiri, Dokter Singapura Didenda Rp 73 Juta"

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved