Indeks Pembangunan Manusia Bali Meningkat, Bayi Miliki Harapan Hidup Lebih Lama 0,22 Tahun

Bayi yang lahir pada tahun 2018 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,68 tahun, lebih lama 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Indeks Pembangunan Manusia Bali Meningkat, Bayi Miliki Harapan Hidup Lebih Lama 0,22 Tahun
Tribun Bali/Karsiani Putri
Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho dalam acara rilis bulanan yang diadakan di Kantor BPS Provinsi Bali Jalan Puputan Renon No 1, Denpasar, Bali pada Senin (6/5/2019) 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan manusia di Bali terus mengalami kemajuan yang di mana pada tahun 2018, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali mencapai 74,77.

Angka ini meningkat sebesar 0,47 poin atau tumbuh sebesar 0,63 persen dibandingkan tahun 2017.

Kepala Bagian Tata Usaha BPS Provinsi Bali, Dewa Suambara menyebutkan bayi yang lahir pada tahun 2018 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,68 tahun, lebih lama 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Anak-anak yang pada tahun 2018 berusia tujuh tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,23 tahun, lebih lama 0,02 tahun dibandingkan dengan tahun 2017,” ujarnya.

Tambahnya, sementara itu penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,65 tahun, lebih lama 0,1 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca: Keberatan Kuasa Hukum Artis VA Ditolak Hakim Hingga VA Menangis Menyebut Almarhum sang Mama

Baca: Tiga Unit OPD Menjadi Pionir Pembangunan Zona Integritas

“Pada tahun 2018, masyarakat Bali memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 13,89 juta rupiah per tahun, meningkat 313 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya. 

Dalam acara rilis tersebut dijelaskan pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi dan IPM pada level tersebut berkisar antara 66,49 (Karangasem) hingga 83,30 (Denpasar).

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup saat lahir berkisar antara 70,05 tahun (Bangli dan Karangasem) hingga 74,71 tahun (Badung).

Sementara itu pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah berkisar antara 12,31 tahun (Bangli) hingga 13,98 tahun (Denpasar), serta rata-rata lama sekolah berkisar antara 5,97 tahun (Karangasem) hingga 11,16 tahun (Denpasar).

Pengeluaran per kapita di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 10,05 juta rupiah pertahun (Karangasem) hingga 19,70 juta rupiah per tahun (Denpasar) dan kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2018 juga terlihat dari status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota.

Baca: Kunjungan Wisatawan Lancar, BPPD Badung Tak Permasalahkan Aturan Denda WNA Overstay

Baca: Selama Ramadan, Disperindag Gelar Pasar Murah di Delapan Tempat Ini

Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho menyebutkan secara umum, status pembangunan manusia Provinsi Bali tergolong ‘tinggi’.

Seluruh kabupaten/kota pada tahun 2018 mengalami peningkatan IPM dengan peningkatan paling tinggi sebesar 1,40 persen (Karangasem) dan Kota Denpasar tercatat mengalami peningkatan IPM paling lambat.

Meski sebagai kabupaten/kota dengan IPM tertinggi Provinsi Bali, Kota Denpasar tercatat hanya mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved